Wednesday, 4 April 2012

Aku dan Kedua Temanku yang ADHD

ini adalah kisah nyata antara saya (Utha') dan kedua teman saya di Fakultas Psikologi UNM yaitu Azmul dan Amir yang agak rada-rada terkena penyakit psikologis ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktifitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktifitas berlebihan, dan suka membuat keributan.

kembali ke  topik..

waktu itu Azmul baru saja mendapat gaji dari jeri payahnya mengaji sebesar Rp. 100.000,- maklum teman saya yang satu ini ustad. dia pun lalu mengajak saya dan Amir untuk jalan-jalan di MARI (Mall Ratu Indah), katanya Azmul mau mentraktir saya dan Amir dan kebetulan waktu ini adalah malam minggu. dengan girangnya saya pun mengiyakan ajakan Azmul (maklum saya kan anak kos haha). saya langsung menancap gas motornya Amir menuju MARI, begitu juga Azmul dengan motornya, sedangkan Amir naik bentor *ehhh*

Sesampai di MARI, kami mengitari lantai mall satu demi demi satu sampai akhirnya tiba di depan toko buku yang lumayan terkenal di Indonesia. Di sana, Azmul dan Amir mulai menampakkan penyakit ADHD mereka lagi, mereka mulai menyentuh buku satu persatu *nassami* tapi yang bikin saya tambah geleng-geleng ketika mereka berdua memegang buku yang tak seharusnya mereka pegang (lihat gambar di bawah ini)


mereka berdua ngotot untuk difoto dan merengek-rengek untuk di upload ke facebook. ckck karena mereka berdua adalah teman saya yang baik *ngekkkk* maka saya pun membuat tulisan mengenai mereka berdua hahahahaa
setelah mutar-mutar di sana, ternyata Azmul berniat untuk membeli buku, kami mengitari deretan buku mulai dari novel, buku anak-anak, buku psikologi, sampai akhirnya berhenti di deretan buku agama Islam. ketika mendekat kesana, Amir langsung kejang-kejang. mungkin karena tidak terbiasa dengan aroma buku-buku Islamiah hahahahaa *peace Amir :D* berbeda dengan Azmul yang seperti orang kesetanan berapi-api menotak-atik deretan buku di sana *ehhh*

setelah memilah buku, Azmul pun menemukan buku yang tepat yaitu Al-Qur'an dengan harga Rp. 90.000,- saya dan Amir langsung terhenyak karna sisa uang Azmul cuma Rp. 10.000-, mau makan apa kita dengan uang segitu??? satu hal yang terpenting dalam kejadian ini, saya lupa kalau teman saya adalah seorang ustad! ya ustad!!!!
saya dan Amir langsung protes sama Azmul, dan dengan santainya Azmul menjawab "sudah.. nanti kita beli terang bulan kalau pulang" ckckckckckckckckckck

 

satu hal yang saya petik dari kegilaan malam itu "jangan pernah mengajak ustad ke toko buku" hahahhahaa

0 comments:

Post a Comment

 

Menulis selalu lebih menyenangkan daripada kerja tugas! Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang