Saturday, 7 April 2012

MIDLE TES PSIKOLOGI PERKEMBANGAN REMAJA

Share it Please
Dosen Pengampu:
Eva Meizarra Puspita Dewi, S.Psi., M.Si., Psikolog

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN REMAJA
MIDLE TES
Sifat Ujian: Open Book


SRI UTAMI HALMAN
1171040009


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2011 – 2012


Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan lengkap dan disertai referensi yang digunakan. Dikumpulkan tanggal 21 Maret 2012 jam 08.00 sesuai jadwal perkuliahan.
A.    Introduction
1.      Ceritakan remaja dalam perspektif sejarah!
Jawab:
Pada masa Yunani kuno, Plato dan Aristoteles membuat pernyataan tentang hakikat remaja. Plato menjelaskan bahwa pengembangan karakter pada masa dini sangatlah penting, akan tetapi Plato juga percaya bahwa pengalaman yang dilakukan di kemudian hari yang dapat mengubah karater seseorang. Sedangkan Aristoteles menjelaskan bahwa kemampuan untuk mementukan segala sesuatu secara mandiri adalah tanda dari sebuah kematangan. Pandangan Aristoteles yang membagi tahap perkembangan menjadi infancy, boyhood, dan younghood, serupa dengan pandangan kontemporer yang membaginya ke dalam kemandirian, identitas, dan pemulihan karir.
Pada jaman pertengahan, remaja dianggap sebagai miniatur orang dewasa yang mempunyai minat yang sama dengan orang dewasa tersebut sehingga anak dan remaja tidak dibedakan statusnya dengan orang dewasa. Dan masa pencerahan di abad ke-18, Jean-Jacques menyatakan bahwa anak-anak dan remaja tidaklah sama dengan orang dewasa, anak-anak memiliki kebebasan untuk mengenal dunia alamiah sampai usia 12 tahun, kemudia Jacques membagi 4 tahapan perkembangan menjadi infancy (4-5 tahun), savage (5-12 tahun), tahap 3 (12-15 tahun), dan tahap 4 (15-20 tahun).
Pada tahun pertama berdirinya negara Amerika 1790-1840 banyak remaja yang dari daerah yang hijrah ke kota untuk mengecam pendidikan. Banyak remaja pria yang sudah mulai magang pada usia 12 tahun. Menjelang jaman remaja 1840-1900 para orang tua mulai ingin memasukkan anak-anak mereka ke ranah pendidikan, mereka menganggap bahwa pendidikan dapat menjamin kehidupan anak-anaknya kelak.
Peralihan abad ke-19 ke abad ke-20 anak laki-laki tidak lagi dianggap sebagai penyebab masalah dan kekacauan, pada tahun ini para psikolog mulai mengatur norma dan nilai yang pantas diberlakukan kepada remaja. G. Stanley Hall percaya bahwa lingkungan sangat berpengaruh dalam perkembangan remaja dibandingkan dengan masa sebelumnya. Hall juga membagi tahapan perkembangan menjadi infancy, childhood, youth, dan adolecence. Hall menyatakan bahwa usia remaja adalah 12-23 tahun, teorinya yang terkenal adalah strom and stress yang menyatakan bahwa faktor biologislah yang mempengaruhi seseorang dalam strom and stress tersebut. Sedangkan Margaret berpandangan bahwa yang menjadi landasan remaja adalah sosial dan budaya.
Santrock, John W. 2003. Adolecence. Jakarta: Erlangga.

2.      Siapa yang disebut dengan remaja?
Jawab:
Yang disebut dengan remaja adalah individu yang berkembang pada saat pertama kali ia mengalami pubertas hingga mengalami kematangan seksual, individu yang berusaha menjadi pribadi yang mandiri dan sedang dalam pencarian jati diri setelah peralihan dari masa kanak-kanak ke masa remaja.
Sarwono, Sarlito W. 2012. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

3.      Jelaskan tugas-tugas perkembangan remaja!
Jawab:
Tugas-tugas perkembangan remaja yaitu:
·         Mempererat hubungan dengan teman-teman sebaya baik itu adalah pria maupun wanita
·         Mencapai peran sosial pria dan wanita
·         Mensyukuri apa yang ada di hidupnya (baik fisik maupun materi) dan memanfaatkan sebagaimana mestinya
·         Berusaha menjadi individu yang bertanggung jawab
·         Menjadi pribadi yang mandiri terhadap orang tua maupun orang-orang yang ada di sekitarnya
·         Mempersiapkan kehidupannya kelak di bidang ekonomi
·         Mempersiapkan pernikahan dan keluarganya kelak
·         Mendapatkan nilai-nilai moral dan etis yang berlaku di masyarakat
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

4.      Masa remaja sebagai periode perubahan, sebutkan 5 minat perubahan pada remaja!
Jawab:
Dalam buku Hurlock (1980:207) dijelaskan bahwa ada lima minat perubahan remaja:
1.      Meningginya emosi, yang intensitasnya bergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikolgoisnya yang terjadi. Karena perubahan emosi biasanya terjadi lebih cepat selama masa awal remaja, maka menigginya emosi lebih menonjol pada masa awal periode akhir masa remaja.
2.      Perubahan cepat yang menyertai kematangan seksual.
3.      Perubahan tubuh, minat dan peran yang diharapkan oleh kelompok sosial untuk dipesankan, menimbulkan masalah baru.
4.      Dengan berubahnya minat dan pola perilaku, maka nilai-nilai juga berubah.
5.      Sebagian besar remaja bersifat ambilvalen terhadap setiap perubahan.
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

5.      Apa yang dimaksud masa puberitas?
Jawab:
Masa puberitas adalah masa dimana terjadi kematangan fisik yang maksimal baik dari segi hormon maupun postur tubuh dan terjadi pada masa remaja awal.
Santrock, John W. 2007. Remaja. Jakarta: Penerbit Erlangga.

B.     Aspek Biologis Remaja
1.      Hormon-hormon yang berkaitan dengan puberitas!
Jawab:
Hormon adalah suatu substansi kimiawi berkekuatan besar yang dikeluarkan oleh kelenjar endokrin dan dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.
Hormon yang berkaitan dengan pubertas adalah endrogen dan ekstrogen, dimana endrogen yaitu jenis hormon utama pada pria sedangkan ekstrogen adalah jenis hormon utama pada wanita. Endrogen berkaitan dengan perubahan fisik suatu individu, seperti bertambahnya tinggi badan, berubahnya suara, mulai muncul bulu-bulu halus, serta minat seksualitas pria. Sedangkan ekstrogen menyebabkan membesarnya payudara pada wanita, berkembangnya rahim, membesarnya pinggul, suara menjadi halus, serta meningkatnya pula seksualitas.
Santrock, John W. 2007. Remaja. Jakarta: Penerbit Erlangga.

2.      Perbedaan perkembangan fisik antara remaja laki-laki dan perempuan!
Jawab:
Perempuan
Laki-laki
Pertumbuhan tulang ditandai dengan bertambahnya tinggi badan dan seluruh anggota tubuh bertambah panjang pula
Pertumbuhan tulang yang ditandai dengan bertambahnya tinggi badan dan bertambah panjang pula seluruh anggota tubuh
Pertumbuhan payudara (ditandai dengan membesarnya ukuran payudara)
Membesarnya testis (ditandai dengan bertambahnya ukuran diameter dan panjang)
Tumbuh bulu halus (rambut) pada kemaluan dan sekitarnya
Kemaluan ditumbuhi oleh rambut-rambut halus
Bertambahnya tinggi badan di setiap tahunnya
Terjadi perubahan suara dan ejekuasi.
Bulu halus pada kemaluan menjadi keriting
Bulu halus menjadi keriting pada kemaluan
Terjadi menstruasi
Bertambahnya tinggi badan maksimal setiap tahunnya
Tumbuhnya bulu di ketiak
Tumbuh bulu-bulu halus yang lain: jenggot, kumis, bulu ketiak, rambut-rambut di wajah, bulu dada. Terakhir terjadi perubahan suara maksimal.
Sarwono, Sarlito W. 2012. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

3.      Jelaskan tentang menarche dan mimpi basah!
Jawab:
Menarche adalah menstruasi pertama oleh suatu individu yang mengalami perubahan fisiologis dalam tubuh yang dipengaruhi oleh hormon reproduksi. sedangkan mimpi basah adalah proses pengeluaran cairan semen (air mani) pada saat individu tertidur dan hanya dialami oleh laki-laki. Hal ini menjadi tanda bahwa individu telah memasuki masa puberitas.
Anonim. “Menstruasi”. http://id.wikipedia.org/wiki/Menstruasi. Online. Diakses: 20 Maret 2012.
Sarwono, Sarlito W. 2012. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

C.    Perkembangan Emosi
1.      Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan, jelaskan!
Jawab:
Maksud dari masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan yaitu remaja diasumsikan sebagai pribadi yang tidak bisa dipercaya, hanya bisa membuat kerusakan dan keonaran, serta tidak rapih dalam segala hal. Ini menyebabkan orang tua dan orang dewasa lainnya harus mengawasi perkembangan kehidupan remaja secara ketat karena ketakutan orang tua kepada hal-hal negatif yang dapat menimpa remaja, serta bersifat tidak simpatik kepada anak-anaknya (penuh rasa curiga).
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

2.      Jelaskan tentang kondisi emosi remaja sebagai periode badai dan tekanan!
Jawab:
G. Stanley Hall menyatakan bahwa “storm and stress” sebagai masa goncangan yang ditandai dengan konflik dan perubahan suasana hati.
Kondisi remaja pada periode masa badai dan tekanan mengalami ketidakstabilan dalam penyesuian diri pada pola perilaku dan sistem paradigmanya yang baru. Di masa ini, remaja mengalami tingkat emosional yang tinggi sehingga sulit untuk berinteraksi dengan baik. Hal ini terjadi karena pada masa kanak-kanak, individu kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi kenyataan di masa remajanya, sehingga individu tersebut akan tertekan untuk berinteraksi dan menyesuaikan diri pada masa remaja. Tetapi walaupun keadaan emosi remaja sering meledak tak terkendali, selalu saja terjadi perubahan-perubahan kematangan emosi di tahun selanjutnya. Artinya, badai dan tekanan ini akan muncul pada masa remaja awal saja (masa-masa menarche dan ejekuasi), dan akan mereda seiring berjalannya waktu sampai pada masa remaja akhir.
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Santrock, John W. 2003. Adolecence. Jakarta: Erlangga.

3.      Bagaimana ciri remaja yang telah mencapai kematangan emosi?
Jawab:
Ciri remaja yang telah mencapai kematangan emosinya adalah ketika suatu individu menilai segala sesuatu secara kritis sebelum mengeluarkan pendapat atau gerakan-gerakan yang bersifat emosional, segala sesuatu yang dilakukannya telah melalui proses pertimbangan yang matang sehingga tidak menimbulkan ledakan emosi seperti yang biasa terjadi pada emosi kanak-kanak.
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

D.    Perkembangan Sosial
1.      Bagaimana perkembangan sosial remaja menurut Ericson?
Jawab:
Ericson membagi delapan tahap kehidupan manusia, yaitu: (1) trust vs mistrust, (2) autonomy vs shame and doubt, (3) initiative and guilt, (4) industry vs inferiority, (5) identity vs identity confusion, (6) intimacy vs isolation, (7) generativity vs stagnation, (8) integrity vs despair.
Perkembangan pra-remaja menurut Ericson yaitu usia 6 – pubertas pada tahapan industry vs inferiority. Pada masa ini individu mulai mengasah keterampilan dan memperluas pengetahuan intelektualnya. Di masa ini, individu sangat bersemangat dan antusias untuk belajar.
Perkembangan remaja menurut Ericson yaitu usia 10 - 20 tahun pada tahapan identity vs identity confusion. Pada masa ini remaja ditempatkan pada posisi yang menentukan siapa mereka, bagaimana mereka kelak, dan bagaimana arah yang akan ditempuhnya nanti. Remaja dihadapkan pada peran baru yang nantinya akan dihadapkan pada kehidupan yang dewasa seperti bekerja dan menikah.
Perkembangan setelah remaja yaitu masa dewasa awal pada usia 20 – sekitar 30 tahun di tahapan intimacy vs isolation. Pada masa ini individu mulai mencari relasi dalam hidupnya, baik itu dalam menjalin hubungan suami-istri maupun dalam persahabatan. Apabila pada masa ini individu tidak berhasil menemukan relasinya, masa ia akan merasa terkucilkan dalam suatu kelompok.
Santrock, John W. 2007. Remaja. Jakarta: Penerbit Erlangga.

2.      Mengapa remaja suka sekali meniru model pujaannya?
Jawab:
Proses meniru model pujaan adalah keadaan dimana individu mengubah kebiasaan hidupnya menjadi seperti yang dilakukan oleh idolanya. Bandura menyatakan bahwa manusia belajar dengan cara mengamati apa yang ada di sekitarnya dan apa yang orang-orang lakukan. Dengan cara mengamati, individu mejadi tahu apa-apa saja yang dilakukan oleh individu lain, dan kemudian menerapkan tingkah laku tersebut pada kehidupannya. Dengan cara mengamati dan kemudian mengimitasi biasanya lebih mudah daripada belajar secara langsung sehingga membuat individu lebih senang dengan meniru model.
Santrock, John W. 2003. Adolecence. Jakarta: Erlangga.

3.      Perbedaan perkembangan sosial remaja antara remaja awal dan akhir!
Jawab:
Perbedaan perkembangan sosial remaja antara remaja awal dan remaja akhir yaitu pada remaja awal jiwa sosialnya sudah mulai menonjol, perasaan sosialnya masih sulit dimengeti karena di masa ini terjadi ketidakstabilan pasca peralihan dari masa kanak-kanak ke remaja, sedangkan pada tahap remaja akhir tingkat kematangan emosi semakin meningkat dan individu cenderung berusaha menstabilkan keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan bersama dalam suatu kelompok.
Sarwono, Sarlito W. 2012. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

4.      Jelaskan 4 jenis identitas diri remaja!
Jawab:
Empat identitas diri remaja:
1.      Difusi identitas (identity diffusion) yaitu keadaan dimana remaja belum pernah mengalami krisis sehingga mereka belum pernah mengeksplorasi adanya alternatif-alternatif yang berarti atau membuat suatu komitmen.
2.      Membuka identitas (identity foreclosure) yaitu keadaan dimana individu telah membuat sebuah komitmen namun ia belum pernah mengalami krisis.
3.      Moratorium identitas (identity moratorium) yaitu keadaan dimana individu telah mengalami krisis tetapi tidak memiliki komitmen komutmen sama sekali ataupun memiliki komitmen yang tidak terlalu jelas.
4.      Pencapaian dalam identitas (identity achievement) yaitu keadaan dimana individu telah melewati kritis dan telah membuat komitmen.
Santrock, John W. 2003. Adolecence. Jakarta: Erlangga.

E.     Perkembangan Seksual
1.      Hormon apa yang berperan dalam perkembangan seksual?
Jawab:
Hormon-hormon yang berperan dalam perkembangan seksual:
Testis
Ovarium
Hormon androgen dan testoren menyembabkan munculnya tanda kelaki-lakian pada remaja dengan ditumbuhinya bulu dan makin tumbuhnya postur tubuh. Testosteron menyebabkan munculnya birahi seks pada usia remaja.
Hormon estrogen menyebabkan munculnya tanda kewanitaan dari seorang remaja dengan ditumbuhinya bulu, dan makin berkembangnya postur tubuh. Testoteron menyebabkan wanita memiliki birahi seks pada usia remaja.

Hormon progesteron berfungsi untuk mematangkan sel telur yang siap untuk dibuahi.
Sarwono, Sarlito W. 2012. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

2.      Bagaimana penjelasan teori psikologi seksual Freud tentang sexualitas remaja?
Jawab:
Menurut Freud, struktruk kepribadian manusia ada tiga, yaitu id,ego dan superego. Dimana­ id berisikan naluri dan selalu menuntut kenikmatan, ego yaitu struktur kepribadian yang bertindak sebagai pengarah suatu individu dalam mengambil suatu keputusan, dan superego adalah sistem kepribadian yang berisikan nilai-nilai sehingga individu cenderung telah mengenal yang baik dan yang buruk.
Santrock (2003:42) menyatakan “Freud percaya bahwa kehidupan remaja dipenuhi oleh ketegangan dan konflik. Untuk mengurangi ketegangan ini remaja menyimpan informasi dalam pikiran tidak sadar mereka, ia juga mengatakan bahwa tingkah laku yang sepele pun mempunyai makna khusus bila kekuatan tidak sadar di balik tingkah laku tersebut dilakukan”.
Pada tahap kepribadian Freud, masa remaja berlangsung pada tahap latensi (usia 6-pubertas) dan masa genital (dimulai dari masa pubertas). Pada tahap laten terjadi masa pra-remaja, dimana pada tahap ini individu menekan segala minat seksnya yang kemudian mengembangkan bakat, keterampilan dan sosialisasi di masyarakat. Sedangkan pada tahap genital keinginan untuk seksualitas mulai muncul lagi, sumber kesenangan individu pada masa ini adalah dengan orang yang berada di sekitarnya (di luar anggota keluarga).
Santrock, John W. 2003. Adolecence. Jakarta: Erlangga.

3.      Apa saja yang dapat mencegah perilaku sexual bebas?
Jawab:
John Conger (1998) mengemukakan empat cara pencegahan perilaku sexual bebas, yaitu: (1) Pendidikan seks dan perencanaan keluarga, (2) akses untuk memahami metode kontrasepsi, (3) pendekatan pilihan hidup, dan (4) keterlibatan komunikasi dan dukungan yang luas.
Santrock, John W. 2007. Remaja. Jakarta: Penerbit Erlangga.

*Selesai*

No comments:

Post a Comment