Saturday, 7 April 2012

TEORI SELF PSIKOLOGI SOSIAL

Tugas Kelompok Psikologi Sosial II
Dosen Pengampu:Nurfitriany Fakhri, S.Psi., M.A.


PSIKOLOGI SOSIAL
TEORI SELF



                        SRI UTAMI HALMAN                     (1171040009)
NUR FATIMAH                                (1171040028)
RISKYANTI                                      (1171040047)
NUR ASIAH BINTI SAKRI              (1171040100)



FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2011-2012



SELF CONTROL THEORY
Menurut ensikopedia psikologi, self control merupakan kemampuan untuk menangguhkan kesenangan naluriah langsung dan keputusan untuk memperoleh tujuan masa depan yang biasanya dinilai secara sosial. Menurut Thompson (1994:186) self control adalah keyakinan bahwa seseorang dapat mencapai hasil-hasil yang diinginkan lewat tindakannya sendiri. Jadi self control adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan yang dianggapnya penting dengan melakukannya secara individu, mengambil yang positif dan menghindari hal yang tidak diinginkan.
Menurut Drever, self control adalah kontrol atau pengendalian yang dijalankan oleh individu terhadap perasaan-perasaan, gerakan-gerakan hati, tindakan-tindakan sendiri. sedangkan Goleman mengartikan bahwa self control sebagai kemampuan untuk menyesuaikan dan mengendalikan dengan pola sesuai dengan usia. Bander  menyatakan bahwa self control merupakan kemampuan individu dalam mengendalikan tindakan yang ditandai dengan kemampuan dalam merencanakan hidup, maupun frustasi-frustasi dan mampu menahan ledakan emosi.
Masa-masa remaja ditandai dengan emosi yang mudah meletup atau cenderung untuk tidak dapat mengkontrol dirinya sendiri, akan tetapi tidak semua remaja mudah tersulut emosinya atau tidak mampu untuk mengkontrol dirinya, pada remaja tertentu juga sudah matang dalam artian mampu mengkontrol setiap tindakan yang dilakukannya.

LOCUS OF CONTROL THEORY
Locus of control merupakan salah satu variabel kepribadian yang mendefinisikan sebagai keyakinan individu terhadap kemampuan suatu indivu untuk mengontrol kehidupan sendiri. Lokus pengendalian ini terbagi menjadi dua yaitu lokus pengendalian internal yang mencirikan seseorang memiliki keyakinan bahwa mereka bertanggung jawab atas perilaku kerja mereka di organisasi. Individu memiliki keyakinan bahwa hal yang akan terjadi pada dirinya nanti dikendalikan dan ditentukan oleh individu itu sendiri  disebut locus of contro internal, sedangkan individu yang selalu berkeyakinan bahwa lingkunganlah yang membentuk dan mengontrol dirinya disebut locus of contro eksternal.
Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Kreitner & Kinichi (2005) bahwa hasil yang dicapai locus of control internal dianggap berasal dari aktifitas dirinya. Sedangkan pada individu locus of control eksternal menganggap bahwa keberhasilan yang dicapai dikontrol dari keadaan sekitarnya. Seseorang yang mempunyai locus of control internal akan memandang dunia sebagai sesuatu yang dapat diramalkan, dan perilaku individu turut berperan di dalamnya. Pada individu yang mempunyai locus of control eksternal akan memandang dunia sebagai sesuatu yang tidak dapat diramalkan, demikian juga dalam mencapai tujuan sehingga perilaku individu tidak akan mempunyai peran di dalamnya.
Contoh sederhananya adalah seorang karyawan dalam memandang karirnya di sebuah perusahaan. Jika ia memiliki locus of control internal maka dia akan menyatakan kegagalannya meraih suatu jabatan lebih dikarenakan dirinya sendiri, sementara karyawan yang memiliki locus of control eksternal akan menyalahkan keadaan seperti kurang beruntung, bos yang kurang adil.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa individu yang mempunyai locus of control eksternal diidentifikasikan lebih banyak menyandarkan harapannya untuk bergantung pada orang lain dan lebih banyak mencari dan memilih situasi yang menguntungkan. Sementara itu individu yang mempunyai locus of control internal diidentifikasikan lebih banyak menyandarkan harapannya pada diri sendiri dan diidentifikasikan juga lebih menyenangi keahlian-keahlian dibanding hanya situasi yang menguntungkan.

SELF MANAGEMENT THEORY
Secara istilah self management yaitu menempatkan individu pada tempat yang sesuai untuk dirinya dan menjadikan individu layak menempati suatu posisi sehingga tercapai suatu prinsip. Stephen M. Edelson, Ph.D. menyatakan bahwa self management adalah istilah psikologi yang digunakan untuk menjelaskan proses mencapai kemandirian (personal autonomy). Mahoney & Thoresen mengatakan Self-management berkenaan dengan kesadaran dan ketrampilan untuk mengatur keadaan sekitarnya yang mempengaruhi tingkah laku individu. Cormier & Cormier (1991:519) menyebutkan Self-management adalah suatu proses dimana klien mengarahkan sendiri pengubahan perilakunya dengan satu strategi atau gabungan strategi.
Beberapa pengertian di atas akhirnya dapat diambil simpulan bahwa Self-management (pengelolaan diri) adalah suatu kemampuan yang berkenaan dengan kesadaran diri dan ketrampilan di mana individu mengarahkan pengubahan tingkah lakunya sendiri dengan pemanipulasian stimulus dan respon baik internal maupun eksternal. Dengan lain Self-management merupakan kemampuan individu dalam mengelola potensi diri dan potensi lingkungan untuk mengubah perilakunya.
Seseorang memiliki Self-management melalui latihan dan ada pula yang memilikinnya tanpa melalui latihan terlebih dahulu. Siswa misalnya, ada yang memiliki kemampuan pengelolaan diri melalui latihan khusus Self-management atau tanpa melalui latihan dengan cara otodidak (belajar sendiri dari buku tanpa latihan yaitu melalui pengalaman dalam hidupnya). Self-management siswa bisa didapatkan melalui latihan lebih dahulu, tetapi ada beberapa siswa yang sudah memiliki kemampuan mengelola dirinya tanpa melalui latihan (Alberto & Troutman, 1990:392).
Self-management memiliki beberapa unsur pokok, prinsip-prinsip modifikasi perilaku dan strategi pengembangannya. Unsur-unsur tersebut merupakan unsur penting yang harus ada sebagai ciri kemampuan ini. Prinsip-prinsip modifikasi perilaku diri-sendiri merupakan prinsip dasar modifikasi perilaku dalam pengelolaan diri yang mewujud dalam langkah-langkah kelola diri. Sedangkan strategi Self-management adalah cara, metode atau teknik dalam rangka mengembangkan kemampuan pengolahan pengelolaan diri. Penjabaran lebih lanjut tentang unsur pokok, prinsip-prinsip modifikasi perilaku tersebut dijelaskan dalam pembahasan selanjutnya.
Watson & Tharp (1981:11) menjelaskan bahwa Self-management yang sukses terdiri atas unsur penting yaitu:
1.      Self-knowledge (pengetahuan diri)
Pengetahuan diri adalah unsur penting dari Self-management, karena Pengetahuan tentang diri (Self-knowledge) adalah dasar dari program ini. Pengetahuan diri mendasari penentuan perilaku yang akan diubah, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku, dan cara yang efektif untuk mengubahnya. Selain itu juga diperlukan pengetahuan diri tentang potensi diri dan potensi lingkungan yang dibutuhkan untuk pengubahan perilaku. Perilaku ini menurut Watson & Tharp (1983) meliputi perbuatan, pikiran dan perasaan.
Untuk memperoleh pengetahuan tentang perilaku target yang akan diubah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan metode observasi dan perekaman. Untuk perilaku diri sendiri, observasi dan perekaman dapat dilakukan dengan mencatat perilaku yang berasal dari pantuan diri sendiri melalui proses mengingat catatan buku harian dan meminta pendapat orang lain tentang perilaku kita. Data yang diperoleh kemudian dipahami sehingga diperoleh gambaran lengkap tentang perilaku target yang perlu diubah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
2.      Planning (Perencanaan)
Unsur kedua Self-management adalah perencanaan dalam program modifikasi perilaku diri sendiri. Perencanaan pengubahan perilaku diri sendiri harus didasari komitmen yang kuat untuk berubah, yaitu keinginan berubah menjadi lebih baik. Individu melakukan perencanaan pengubahan perilaku setelah mendapat informasi yang diperlukan tentang diri dan lingkungannya. Perencanaan dilakukan agar tujuan pengubahan perilaku dapat lebih mudah terscapai.
3.      Information Gathering (penggabungan informasi)
Untuk membantu proses pengubahan perilaku diperlukan berbagai informasi sebagai data pendukung. Macam-macam informasi yang diperlukan meliputi informasi tentang jenis, faktor yang mempengaruhi, dan cara yang efektif merubah perilaku. Informasi tersebut digabungkan (dikumpulkan) agar dapat menghasilkan suatu petunjuk yang jelas dalam mengubah perilaku.
4.      Modification of Plan (modifikasi perencanaan)
Modifikasi perencanaan haruslah didasari komitmen yang kuat, yaitu komitmen untuk terus melakukan pengubahan untuk mendapatkan perilaku yang lebih baik. Unsur ini pada pokoknya membahas tentang adanya tahap modifikasi perencanaan melalui tahap evaluasi.

0 comments:

Post a Comment

 

Menulis selalu lebih menyenangkan daripada kerja tugas! Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang