Tuesday, 7 August 2012

SEHARUSNYA AKU KATAKAN “IYA”

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para agan dan aganwati
Cukup lama admin menghilang dari dunia perbloggeran ya, sampai-sampai admin sempat lupa loh sama password akunnya hehe pada postingan kali ini admin akan mengangkat sedikit cerita nyata dari seorang teman yang kemundian banyak dilebih-lebihkan oleh admin dalam tulisannya, namun apabila terjadi kesamaan tokoh, waktu, tempat dan lainnya, itu semua adalah kuasa Allah Swt. Okecekidot :p

Nb: Jangan tertipu oleh cover!

Sebut saja namaku Ayumi. Aku adalah salah satu Mahasiswa di salah satu universitas terkenal di kotaku. Kata orang, aku cukup supel dan mudah bergaul, jadi tidak heran jika aku mempunyai banyak kenalan yang tersebar di kampus-kampus lainnya. Hingga aku bertemu dengan seseorang yang bernama Ryan namun lebih senang kuceritakan dengan sebutan “Dia”. Dia adalah teman dari sahabatku (Fuad) ketika waktu SMA dulu, aku berkenalan dengannya saat menghadiri acara ulang tahun sahabatku itu. Orangnya baik, ramah, sehingga tak sulit untuk langsung akrab denganku yang kebetulan sefrontal dia. Waktu itu kami sempat tukar-tukaran nick fb, username twitter, pin bb, sampai nomor telepon hingga aku merasa sangat nyaman berteman dengannya, sama nyamannya bergaul dengan sahabatku lainnya. Karena komunikasi jejaring sosial yang lumayan lancar dengannya, dia menjadi cukup frontal padaku. Mulai sering curhat tentang mantan dan gebetan-gebatannya, tentang teman-temannya kampusnya dan bahkan keluarganya sekalipun.

Oia dia yang kumaksud disini adalah pria berumur 19 tahun yang seangkatan denganku yang berkuliah di salah satu universitas terkenal juga di kotaku dan dengan jurusan yang cukup baik juga. Tak sulit baginya untuk mendapatkan wanita yang ia cintai, apalagi dia cukup smart dan cukup kaya. Walaupun beda kampus denganku, kami sering jalan berdua tanpa kehadiran sahabatku, bahkan beberapa orang mengira kami berdua pacaran. Jelas saja ini membuatku tertawa terbahak-bahak, keakrabanku dengannya hanyalah sebatas teman, teman dekat, dan bahkan sahabat. Meskipun dia juga beberapa kali sering menggodaku, statusnya hanyalah sebatas sahabat. Aku tahu betul siapa dia, seorang laki-laki yang telah patah hati ditinggal pacarnya hingga mengganggap semua wanita itu sama, dan dari situlah ia berubah menjadi Spiderman! Eh salah, maksudku playboy *ironis*
Suatu hari dia menelfonku dengan suara berat, jelas aku kaget mendengarnya, “Saya sedang sedih, saya mau curhat Mi!!!!” segera ku suruh dia ke rumahku, seperti saat-saat sebelumnya ketika ia ingin melampiaskan uneg-unegnya padaku. Yah, beginilah hal terbaik yang bisa kulakukan pada orang-orang terdekatku, mendengarkan curhatan mereka berjam-berjam bahkan ketika aku bosan aku akan tetap mendengarkannya sampai mulut mereka berbusa seperti kemasukan detergen *hiperbola*

Ketika mobilnya mulai masuk ke pekarangan rumah, kuperhatikan baik-baik ekspresi wajahnya yang memang sangat tidak indah untuk dipandang. Dia mulai mulai menunduk tanpa mengucapkan sepatahkatapun dan kulihat ada sedikit tetesan air bening yang tergenang disana, dan saat itu kusimpulkan ternyata dia benar-benar menangis! Aku mulai memegang pundaknya, dan kuucapkan kata-kata pamungkas yang sering ada di FTV-FTV “kamu kenapa? Cerita dong sama aku. Kamu jangan nagis, nanti aku ikutan nangis juga loh”. Dan saat itu juga dia seketika terisak. Aku shock melihatnya begitu, mungkin sakit hati yang dideritanya begitu dalam, kucoba menenangkan perlahan-lahan hingga ia akhirnya bercerita penyebab ia frustasi seperti ini.

Lagi-lagi urusan wanita. Yah, wanita yang pernah menyakitinya dulu yang berhasil mengubahkan dari alam keterangan ke alam kegelapan kembali menyakiti hatinya dengan memberikan harapan palsu lagi yang pada akhirnya meninggalkannya dengan laki-laki lain, sangat miris memang. ini adalah kesekian kaliannya aku melihat laki-laki menangis, tapi tangisan dia kali ini sangat berbeda, sangat kusyuk dan penuh perasaan *berlebihan* terus saja kubujuk dan kutenangkan dia, kukeluarkan segala kata motivasi yang pernah kubaca dari tweets bijak di dunia pertwitteran hingga pada akhirnya ia pun tenang. Sejak saat itu, kami menjadi makin akrab dari biasanya, kami mejadi sering ketemu, dan komunikasi makin lancar hingga gossip yang beredar tentang kedekatan kami semakin menjadi-jadi.

Aku mulai risih dengan sekelilingku, banyak hal yang tidak sesuai mereka perbincangkan tentang diriku, hingga kuputuskan untung membatasi pergaulanku dengannya. Hal pertama yang kulakukan dengan me-non-aktifkan paket blackberry-ku sehinggal komunikasi melalui bbm, twitter dan facebook menjadi terputus. Beberapa kali dia mengirimkan sms tapi hanya kubalas “maaf aku sibuk, lagi banyak tugas kuliah nih”, dan tentu saja aku berbohong. Hingga setelah tiga hari kami discommunication tiba-tiba ia mengirimkan sms yang kali ini membuatku cukup tertawa terpingkal-pingkal “Aku kangen! Aku sayang kamu Mi!”, langsung kutelfon saja dia, karna aku tahu betul saat ini kegalauan pasti sedang menghampirinya. Kubuka percakapan seperti biasanya, berbicara sefrontal mungkin, tapi dia sangat aneh, aneh sekaliki. Kudengarkan nada bicaranya dan bahasanya sedikit terkontrol yang pada akhirnya ia mengucapkan lagi kata-kata yang ia kirimkan melalui sms tadi, “Aku sayang kamu Ayumi, aku sayang banget”. Ucapkannya itu membuatku makin tertawa terpingkal-pingkal, bagaimana tidak aku dan dirinya adalah teman yang sangat dekat, kata-katanya seperti parodi di telingaku. Beberapa kali dia mengulang perkataannya, hingga akhirnya ia kesal padaku yang menutup telfon.

Setelah beberapa jam dari kejadian itu, kembali ia mengirimkan sms untuk bertemu denganku, aku coba menolak tapi apa boleh buat ternyata ia telah ada di gerbang rumahku. Kupersilahkan ia masuk seperti biasa tapi coba menghindari tatapannya yang begitu serius padaku.
“Aku suka kamu Ayumi! Aku sayang”
“ngomong apaan sih, udah deh to the point aja, pengen curhat apa emang?”
“kenapa sih kamu gak ngerti banget ya aku suka sama kamu! Aku sayang! Aku care! Aku cinta sama kamu dodol!!!”
“oh gitu trus?”
“kita pacaran ya?”
“segitu gampannya kamu pengen pacaran, tanpa tanya aku suka kamu atau nggak. Sekalipun kamu nanya, aku bakal jawab nggak. Sorry aku nolak kamu, aku gak suka kamu dan gak mau jadi pacarmu”
Tanpa sepatah katapun, dia pergi dari rumahku dan aku bersyukur. Mungkin sampai disinilah tali pertemanku dan dia. Tamat! *eh

Kupikir dengan kejadian itu membuat dia jera untuk menghubungiku lagi, tapi ternyata tidak, ia semakin berusaha untuk meyakinkanku, memintaku untuk menerimanya, dan memberinya kesempatan. Tapi entah kenapa, aku tak bisa untuk membalas perasaannya itu, mungkin karna aku memang mati rasa padanya atau aku belum siap menjalani hubungan dengannya. Hingga aku sadari muncul rasa ibaku kepadanya, aku merasa telah begitu jahat dan tidak berperasaan, tapi logika tetap bersikeras “Dia temanku dan tidak akan lebih!”

Sabtu malam, 21 Juli, dia kembali menghubungiku lagi. Sms dan telfonnya gentangan di hpku malam itu. Begitu kesal aku padanya, hingga membuatku terpaksa mengangkat telfonnya “Aku ada di depan rumah kamu, bisa keluar sebentar?” dengan terpaksa kuseret kedua kakiku keluar pagar, bukan karena apa, aku hanya malu pada tetangga jika ia nekat melakukan hal bodoh di depan rumahku. Sesampai di luar, ia tersenyum manis padaku, dan memberikan sepucuk surat beramplop merah kesukaanku dan pamit pergi. Aku langsung masuk kamar, kusimpan surat itu di meja, aku tak berniat untuk membacanya sekarang, langsung kujatuhkan diriku di tempat tidur, kumatikan hpku dan berharap setelah aku bangun segala hal tentang dia menghilang dariku.

Pukul  setengah enam subuh, aku terbangun. Aku langsung ke kamar mandi dan berwudhu, entah kenapa tiba-tiba waktu sholatku lebih cepat tiga puluh menit dan tidak diawali dengan bermalas-malasan dulu di tempat tidur. Kali ini aku merasa betul-betul kusyuk menghadap pada-Nya, entah karena apa tiba-tiba aku seperti ini. Setelah sholat kunyalan hpku, sms pun masuk satu persatu.
081234111xxx -- jangan lupa baca suratku ya, aku sayang banget sama kamu! Aku serius!! :* -- sent 22.00
081234111xxx – kamu udah tidur? Udah baca surat aku belum? – sent 23.45
081234111xxx – hape kamu kok gak aktif? Aku aku ada di depan rumah kamu nih, aku kangen pengen malam mingguan hihi :p – sent 00.02
Fuad – Yumi kamu dimana? Ryan kecelakaan – sent 00.18
Fuad – Yumi kamu dimana? Ryan kecelakaan – sent 00.18
Fuad – Yumi kamu dimana? Ryan kecelakaan – sent 00.19
Fuad – kenapa nomor lo gak aktif sih?????????? Ryan sekarat wooiiiiiiiiii – sent 00.30
Fuad – kenapa nomor lo gak aktif sih?????????? Ryan sekarat wooiiiiiiiiii – sent 00.31
Fuad – Yum, maafin Ryan ya.. dia udah gak ada :’(:’(:’(:’( - sent 02.01

Shock luar biasa, tubuhku bagaikan terkena stroke mendadak. Bibirku tak bisa bergerak, badanku kaku, aku tak bisa bersuara tapi air mataku mengalir begitu deras, segera kuhubungi nomor Fuad
“halo Mi”, sapanya dengan suara bergetar. Aku hanya diam tak bisa bersuara namun isakanku terdengar jelas oleh Fuad. “Maafin Ryan ya Mi, dia sayang banget sama kamu. Ryan udah gak ada Mi’, kini suara Fuad terdengan seperti yang sedang terisak. Kakiku tak sanggup lagi untuk bertumpu, kujatuhkan hpku kelantai bersamaan dengan badanku yang mendadak melemas, hingga aku tak sadarkan diri.

Badanku masih terasa sangat lemas dan berat ketika kubuka kedua mataku, kulihat ibu dan adikku telah ada samping tempat tidurku. Begitu juga Fuad yang kini mengenakan kemeja hitam yang sekarang juga ada di kamarku. Aku heran dengan keadaan kamarku sekarang yang mendadak ramai, kuingat kembali kejadian sebelum aku pingsan, Ryan! Ya Ryan! Seketika aku menangis, aku tetap tidak bisa berkata-kata, aku hanya bisa berteriak sekeras-kerasnya melampiaskan rasa sakitku. Ibu dan Fuad mencoba menenangkanku hingga ketika Fuad berkata “Yum, ayo kita ke pemakaman Ryan”.

Aku berlutut di gumpalan tanah yang bertancapkan sepotong kayu bertuliskan nama Adrian Soebroto. Kuraih dan peluk erat sepotong kayu tersebut. Remuk sudah seluruh hatiku melihat namanya di nisan tersebut, tak bisa kubendung air mataku yang memang sangat jarang kukeluarkan sebelumnya. Aku masih tidak percaya dengan segala peristiwa yang terjadi begitu cepat dalam hidupku, sebuah episode yang tak pernah kubayangkan akan terjadi. Aku menjerit berusaha mengeluarkan seluruh suara yang masih tersisa, yang mungkin membuat orang-orang heran melihatku dalam keadaan begini. Kurasakan kini Fuad merangkul pundakku, mencoba menenangkanku, melepaskanku dari perasaan sedih dan sakit hati yang bukan main dan aku tak sadarkan diri lagi untuk yang kedua kalinya.

Setelah kubuka mataku, kini aku berada di kamarku lagi tetapi masih pakaian hitam yang kukenakan tadi. Tak ada ibu, adik, dan Fuad lagi di kamarku, kudengar suara mereka sedang mengobrol di ruang tamu. Aku mencoba bangun, kali ini aku tak bisa lagi bersuara ataupun menangis, kurasakan tubuhku sudah sangat lemah. Ku raih amplop merah yang diberikan dia padaku semalam, kucoba membacanya dengan mata yang sembab dan sangat bengkak.

***

Assalamualaikum
Dear Ayumiku :*

Halo Ayumi sayang apa kabar? Hehe maaf ya kali ini aku kirim surat ke kamu, bukannya aku banci cuman aku nggak tau harus gimana lagi ngomongnya ke kamu. Kamu sih nggak pernah mau ketemu aku lagi, gak mau angkat telfonku, smsku juga pasti langsung didelete. Aku sih punya feeling kamu gak bakal baca surat aku, tapi semoga aja salah deh hehe oia aku milih surat karna kata orang surat itu lebih romantis dibanding telfon ato sms hihihi tapi maaf ya kalau tulisanku nggak enak dibaca, ini udah yang 13 loh, 12 nya itu aku buang karna salah tulis mulu.

Aku pengen bilang sama kamu Mi, kalau perasan aku ke kamu itu beneran, tulus, nggak ada faktor apapun kayak yang digossipin orang-orang. Aku suka kamu bukan karna sifat playboy yang kumat lagi, bukan karna aku dikecewaan lagi sama Citra dan jadiin kamu pelampiasan, bukan karna kamu selalu ada buat aku, tapi aku sayang sama kamu! Itu aja! Aku juga nggak tau kenapa aku bisa sayang sama kamu, yang pastinya aku cemburu liat kamu deket-deket sama cowo lain, aku keki liat kamu akrab banget sama Fuad, aku khawatir dan kangen kalau nggak dapet kabar dari kamu, aku sakit hati banget waktu kamu bilang nggak suka sama aku, sakit hati banget tau!!

Mi, aku kangen berat nih sama kamu. Aku kangen gila-gilaan kayak dulu. Nggak ada yang bisa ngalahin serunya jalan sama kamu, termasuk si Fuad sekalipun yang kamu fonis orang gila itu. Tau nggak Mi, semenjak kamu jauhin aku, aku curhatnya sama mama loh. Aku cerita semuanya tentang kamu sama mama. Mama akhir-akhir ini baik banget Mi, tambah perhatian sama aku. Trus mama tuh dukung banget aku sama kamu, katanya kamu perempuan yang baik kayak beliau hehe mama minta ketemuan sama kamu nih Mi, kamu kapan ada waktu? Aku gak akan maksa kamu lagi kok buat terima aku jadi pacar kamu, tapi aku mau buktiin kalau aku beneran sayang dan serius sama kamu. Aku nggak mau kamu sama yang lain, makanya pas kamu ketemu mama nanti aku pengen minta untuk lamarin kamu sayang :*
Dibales ya Ayumiku, aku tunggu loh..
Oia, amplopnya aku pake warna merah nih, kamu suka kan?

Salam sayang
Adrian Soebroto

***

Aku terhenyak kaku, seluruh badanku bergetar menahan segala sedih dan sakit hatiku setelah mengakhiri membaca surat itu. Mengapa aku begitu tak peka pada perasaannya ya Allah, mengapa aku begitu egois dan keras kepala. Sekarang aku sadar, aku juga sangat menyayanginya, aku mencintainya dan aku membutuhkannya. Penyesalanku kini sangat teramat dalam dengan kepergiaannya. Andai saja aku sadar sejak dulu, andai saja aku katakan “iya” pada saat dia katakan “kita pacaran ya?” mungkin sekarang dia masih disini bersamaku, menemaniku, menutupi dan menerima segala kekuranganku.

Hal yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah:
1.   Buat cewe, jual mahal itu perlu tapi jangan sampai membuat kamu kehilangan apa yang kamu butuhkan.
2.   Jangan selalu berpatokan pada logika, kadang perasaan itu benar loh.
3.   Sesekali tidak mendengarkan omongan orang tentang kita itu perlu!
4. Buat cowo, jangan keseringan bilang sayang sama setiap cewe. Karna pada saat sayangmu itu sungguhan, terkadang kata-kata dan bisa membantu lagi.
5. Nah yang terakhir itu.. kalau lagi patah hati jangan naik motor apalagi sampai balap-balap gitu, bahaya tau :p

Sekian dari Admin, semoga menghibur dan bermanfaat ;)
Wassalam..

kritik dan saran sriutamihalman@yahoo.com atau mention on twitter http://www.twitter.com/@sriutamihalman 

0 comments:

Post a Comment

 

Menulis selalu lebih menyenangkan daripada kerja tugas! Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang