Sunday, 16 September 2012

PERKEMBANGAN FISIK DEWASA & LANSIA


Tugas Kelompok Psikologi Perkembangan Dewasa & Lansia
Dosen Pengampu: Ibu Eva Meizara, S.Psi., M.Si., Psikolog


PSIKOLOGI PERKEMBANGAN DEWASA DAN LANSIA
Perkembangan Fisik Tiap Fase



ANASTASYA S SYUTA     077104070
SRI UTAMI HALMAN       1171040009
CICI NAMIRA BASRI       1171040019
ILFI WAHDA FADLY        1171040040
RIZQI NURDINA TH         1171040055
MURNIATI REO                 1171040108




FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2012-2013


PERKEMBANGAN FISIK TIAP FASE

Secara umum, segala bentuk fisik, rangka tubuh maupun tinggi dan lebarnya tubuh seseorang dapat menunjukkan sifat kedewasaan pada suatu individu, hal ini memang kerap kali digunakan sebagai ukuran kedewasaan seseorang. Akan tetapi, segi fisik saja belum dapat sepenuhnya menjamin kedewasaan seseorang karena banyak individu yang telah cukup usia dan kelihatan begitu dewasa tetapi ternyata masiih sering terlihat bahkan memperlihatkan sifat kekanak-kanakannya. Oleh sebab itu kita harus mengetahui apakah suatu individu dapat menghadapi segala persoalannnya dengan mandiri, apakah individu tersebut telah dapat membedakan baik buruknya serta manfaat dan ruginya sebuah permasalahan hidup, adanya kepercayaan pada diri sendiri, dapat mengontrol emosi serta bersabar jika mendapatkan suatu masalah.
Adapun perkembangan fisik dewasa tiap fase, yaitu:
A.    Fase Dewasa Awal (Early Adulthood)
Dewasa awal adalah masa peralihan dari ketergantungan ke masa mandiri, baik dari segi ekonomi, kebebasan menentukan diri sendiri, dan pandangan tentang masa depan sudah lebih realistis. Menurut Hurlock (1990), dewasa awal dimulai pada umur 18 tahun sampai 40 tahun, dimana saat perubahan fisik dan psikologis yang menyertai berkurangnya kemampuan produktif. Dari segi fisik , masa dewasa awal adalah masa dari puncak perkembangan fisik. Perkembanagan fisik sesudah masa ini mengalami degradasi sedikit demi sedikit mengikuti bertambahnya umur. Pada masa dewasa awal  motivasi untuk meraih sesuatu yang sangat besar didukung oleh kekuatan fisik yang prima, sehingga ada steriotipe yang mengatakan bahwa masa dewasa awal adalah masa dimana kekuatan fisik daripada kekuatan rasio dalam menyelesaikan suatu masalah. Ciri-ciri fisik dewasa awal, yaitu:
·         Efisiensi fisik mencapai puncaknya, terutama pada usia 23-27 tahun;
·         Kemampuan reproduktif mereka berada di tingkat yang paling tinggi, pada perempuan menjadi masa kesuburan yang baik;
·         Kekuatan tenaga dan motorik mencapai masa puncak;
·         Kesehatan fisik berada pada keadaan baik.

B.     Fase Dewasa Tengah/Madya (Middle Adulthood)
Masa dewasa madya dimulai pada usia 40 tahun sampai 60 tahun. Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik yang sudah mulai agak melemah, termasuk fungsi-fungsi alat indera, dan mengalami sakit dengan penyakit tertentu yang belum pernah dialami (rematik, asam urat dll). Menurut Hurlock (1980), baik pria maupun wanita selalu ketakutan akan penampilan fisiknya, pada masa ini akan menghambat kemampuannya untuk mempertahankan pasangan mereka. Peneliatian Nowark (1977) yang dikutip dari Santrock (1995), menemukan bahwa perempuan yang berusia dewasa madya menganggap tanda-tanda penuaan sebagai pengaruh negatif terhadap penampilan fisiknya. Ciri-ciri fisik dewasa tegah, yaitu:
·         Berat badan bertambah, bahu seringkali membentuk bulat, dan terjadi penggemukan seluruh tubuh yang membuat perut kelihatan menonjol sehingga seseorang kelihatan lebih pendek;
·         Otot menjadi lembek dan mengendur disekitar dagu, pada lengan dibagian atas dan perut;
·         Mulai menurunnya kekuatan fisik, fungsi motorik dan sensori;
·         Gangguan pada ersendian, tungkai, lengan yang membuat mereka sulit berjalan dan memegang benda yang jarang terjadi pada usia muda;
·         Mulai terjadinya proses menua secara gradual, maksudnya terlihat tanda-tanda bahwa dirinya mulai tua, seperti tumbuhnya uban di kepala, rambut pada wajah tumbuh lebih lambat dan kurang subur, adanya kerutan-kerutan pada bagian wajah, kemampuan fungsi mata berkurang.
-          Rambut pada pria mulai jarang, menipis, dan terjadi kebotakan pada bagian atas kepala, rambut di hidung, telinga, dan bulu mata menjadi lebih kaku
-          Rambut pada wanita semakin tipis dan rambut di atas bibir dan dagu bertambah banyak;
·         Terjadinya perubahan-perubahan seksual. Kaum laki-laki dapat mengalami Climacterium dan wanita dapat mengalami Menopause. Climacterium dan menopause merupakan tanda berhentinya kemampuan menghasilkan keturunan dan dapat menimbulkan penyakit Melancholia involutive (cemas dan merasa diri tak berguna) peristiwa ini bagi laki-laki lebih lambat datangnya daripada wanita
Ciri-ciri fisik sindrom Menopause:
-          Sistem reproduksi menurun dan berhenti
-          Penampilan kewanitaan menurun
-          Ketidaknyamanan fisik
-          Berat badan bertambah
-          Penonjolan pada jari
-          Perubahan kepribadian
Ciri-ciri sindrom Climaterium pada pria:
-          Rusaknya fungsi organ seksual
-          Nafsu seksual menurun
-          Penampilan kelakian menurun
-          Gelisah akan kepribadian
-          Ketidaknyamanan fisik
-          Menurunnya kekuatan dan daya tahan tubuh.



C.    Fase Dewasa Akhir/Lansia (
Masa dewasa akhir adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Masa ini dimulai dari usia 60 tahun sampai meninggal yang ditandai dengan adanya perubahan fisik dan psikologis yang semakin menurun. John W. Santrock (2002) mengatakan bahwa ada dua pandangan tentang definisi orang lanjut usia atau lansia, yaitu menurut pandangan orang barat dan orangIndonesia. Pandangan orang barat yang tergolong orang lanjut usia adalah orang yang sudah berumur 65 tahun keatas, dimana usia ini akan membedakan seseorang masih dewasa atau sudah lanjut. Sedangkan pandangan orang Indonesia, lansia adalah orang yang berumur lebih dari 60 tahun. Lebih dari 60 tahun karena pada umunya di Indonesia dipakai sebagai usia maksimal kerja dan mulai tampaknya ciri-ciri ketuaan. Ciri-ciri fisik lansia, yaitu:
·         Kekuatan fisik dan motorik sangat kurang, kadang-kadang ada sebagian fungsi organ tubuhnya tidak dapat dipertahankan lagi;
·         Sejumlah neuron dan unit-unit sel dasar dari sistem saraf menghilang;
·         Kesehatan rata-rata sangat menurun, sehingga sering sakit-sakitan;
·         Perubahan pada gigi, gigi menjadi kuning dan tanggal serta gusi menyusut dan harus lebih sering diganti sebagian atau seluruhnya dengan gigi palsu;
·         Biji mata menyusut;
·         Mata kelihatan kurang bersinar daripada ketika mereka masih muda, dan cenderung mengeluarkan kotoran mata yang menumpuk di sudut mata;
·         Perubahan pada kulit wajah, leher, lengan dan tangan menjadi lebih kering  dan keriput. Kulit di bagian bawah mata mengembung seperti kantung, dan lingkaran hitam di bagian ini menjadi lebih permanen dan jelas. Warna merah kebiruan sering muncul di sekitar lutut dan di tengah tengkuk;
·         Tulang-tulang menjadi rapuh;
·         Tulang belakang menjadi bungkuk.

REFERENSI

Desmita. 2007. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Bandung. Hurlock,E.B.2002.Psikologi Perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (edisi 5). Jakarta: Erlangga.
Ila Djamu. “Masa Tua”. Online. http://ml.scribd.com/doc/57281615/MASA-TUA. Diakses: 16 September 2012.
Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan . Jakarta : Kencana.
Mappiare, Andi. 1993. Psikologi Orang Dewasa. Surabaya: Usaha Nasional.
Mubin & Cahyadi, Ani . 2006. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Quantum Teaching. 


download file lengkap dalam pdf di sini

0 comments:

Post a Comment

 

Menulis selalu lebih menyenangkan daripada kerja tugas! Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang