Wednesday, 3 October 2012

RATU HIBERNATE (Season II)


Sejak percakapan terakhir di chat YM bersama YanAlfian07 aku dan Iyan menjadi semakin akrab, tapi keakraban kami disini bukanlah suatu hubungan asmara namun hanya sebatas teman, atau mungkin kakak-adik, atau bahkan antara psikolog dan kliennya -__- aku mulai bisa terbuka setidaknya untuk curhat kepada orang lain mengenai perasaanku yang bertepuk sebelah tangan ini, entah kenapa aku tak bisa melakukan ini kepada teman-teman sekelasku atau mungkin kak Dani yang biasanya menjadi pendengar setiaku dikala aku sedang banyak masalah dan ingin menangis, atau bahkan mengamuk. Malu, mungkin itu jawabannya. Ya, aku terlalu malu dan gengsi jika harus mengakui bahwa aku memendam perasaan kepada sahabatku sendiri yang kukenal sejak kelas satu SMA, yang pastinya orangtua dan kakakku juga tahu bahwa kami bersahabat sangat akrab, bahkan seperti saudara. Tapi apalah dayaku, aku tak pernah tahu kenapa aku bisa menyukainya, perasaan ini datang tiba-tiba, ketika ia bercerita bahwa ia mencintai seorang siswa pindahan di sekolahku yang bernama Tiara itu, dan kini aku remuk karena tahu bahwa sekarang mereka telah terikat dalam sebuah status pacaran!

Semenjak kejadian ironis itu, aku berusaha untuk menjaga jarak dari Diaz, bukan karena marah padanya karena memilih wanita lain tapi aku hanya belajar untuk melupakan dia yang memang sangat mustahil untuk kumiliki. Dia kerap kali protes dengan sikapku padanya, tapi aku tetap berusaha berlaku cuek dan dingin padanya. “Gue punya salah apa sama lo? Please kasihtau gue. Gue gak tahan didiemin terus sama lo Dis”, begitulah kalimat yang selalu ia katakan padaku baik di bbm dan jejaring sosial lainnya ataupun di kelas. Teman-teman sekelas kami juga bertanya-tanya tentang perubahanku, “Gue lagi sibuk banget nulis makanya gak bisa sering sama-sama Diaz lagi, jangan mikir macem-macem kita tetap temenan kok” alasan yang selalu kuungkapkan jika mereka bertanya seperti itu padaku.
Hingga pada suatu hari tiba-tiba sebuah chat BBM dari Diaz masuk ke handphone-ku:
Diaz: Lo dimana?
Diskaa: Rumah
Diaz: Ngapain?
Diskaa: nge-blog
Diaz: nge-blog mulu nih anak, website lo apa sih?
Diskaa: ngefek gitu?
Diaz: -____- temenin gue jalan yuk, gue bete nih habis berantem sama Tiara L
Diskaa: jadi lo ngajakin gue jalan karna cewe lo cuekin lo doang?
Diaz: ya gak gitu juga sih, gue emang pengen jalan bareng sama lo. Sahabat emang seharusnya gitu kan? Harus bisa ngebantu sahabatnya kalo sedih hehe
Diskaa: GUE GAK SUKA DIJADIIN PELAMPIASAN LO BEGO’!!!!!!
Diaz: Lo kenapa sih? Kok lo jadi gini? Kenapa jadi kasar gini? Lo bukan Diska sahabat gue yang dulu. Lo berubah Dis, gue salah apa sama lo?
Diskaa: gue gak suka lo deket-deket sama gue!!!!!
Diaz: okefine! Gue gak bakal ganggu-ganggu lo lagi! Gue delcont lo sekalian!!! Puas lo!!!!!!!!!!

Bersamaan dengan chat terakhir darinya, ia menghilang dari chat dan kontakku sehingga kupastikan bahwa ia telah sukses men-delcont-ku. Air mataku kembali menetes, hatiku remuk dan begitu terasa menusuk ke jantungku. Aku pernah sakit hati ketika dulu mantanku pacaran dengan sahabatku, tapi kali ini sakit hatiku berkali-kali lipat sakitnya.
Segera kucari username di kontak BBMku Alfian Idrus, yah dia di Iyan yang kukenal di YM dulu dan sekarang telah menjadi tempat pengaduan sakit hatiku setelah ku-invite  dia di BBM. Ku PING!!! Attack namun semuanya PENDING! Sunggu ini adalah momen yang sangat menyebalkan dalam hidupku. Menangis dan katarsisan di blog adalah pilihan yang tepat saat ini. Aku mulai mengetik kata demi kata dan terciptalah sebuah postingan puitis di blog RATU HIBERNATE dan pada akhirnya berhasil membuatku terlelap setelah kecapek-an menangis dan mengetik.

Dua jam kemudian aku terbangun karena getaran dan bunyi handphone-ku yang tak berhenti, setelah kucek ternyata ada sebelas broadcast pin dan simbol-simbol tidak penting dari pengguna BBM yang lain, dan PING!!! Attack dari Iyan.
Alfian Idrus: sorry tadi gue lagi kuliah, kenapa lo dek?
Diskaa: Si Diaz bang L dia delcont gue dari BBMnya huuuaaaahhhh :”(
Alfian Idrus: Kok bisa?
Diskaa: gue minta dia buat jauhin dia, dianya malah marah L gue harus ngapain bang? Gue sakit hati bangettttttt L
Alfian Idrus: yaudah cuekin aja. Lo sekarang lagi dimana?
Diskaa: hikkssss.. di rumah kenapa?
Alfian Idrus: rumah lo dimana? Gue jemput ya, temenin gue jalan yuk
Diskaa: hahhhh???????? Maksud lo? Bukannya lo kuliah di Singapura.
Alfian Idrus: hehe entar gue ceritain kalo udah ketemu oke adek galau :P
Diskaa: -___- Jl. Melati nomor 17! Cepetan gue tunggu!!!!!!

Beberapa jam kemudian tiba-tiba bel rumah berbunyi, segera kubuka pintu dengan perasaan berdebar karna kutahu bahwa yang akan muncul di balik pintu adalah Iyan yang menjadi tempat curhatan alay bin labilku. Kubuka sedikit pintu rumah, dan muncullah seorang pria dengan kemeja merah yang dipadukan dengan celana hitam dan sepatu yang menyerupai pantofel, dibubuhi kacamata bergagang hitam yang bertahta di hidung mancungnya. Dia tersenyum manis sembari bernyata “Diska ya?”, aku kikuk dan membalas senyumannya “Iya hehe. Masuk yuk”, “kita langsung cabut aja ya, takutnya entar lo-nya kemalaman lagi”, aku langsung saja mengiyakan ajakan Iyan ini. Jantungku terus berdebar tanpa henti, dan di dalam hati kecil memujinya sambil menari-nari joget India *berle*

Ia mulai membuka pembicaraan yang sedari tadi membeku bagaikan es di kutub utara, entah kenapa aku deg-degan dan keringat dingin, mungkin karena AC Mobilnya yang terlalu dingin *proyeksi*
“Kita mau kemana nih?”
“loh kan lo Bang yang ngajakin, kok malah tanya gue?”
“lah kan lo yang anak Jakarta”
“kayak lo bukan aja nih, oia kok bisa di Jakarta lagi? Bukannya lo kuliah di Singapura ya”. Ia tersenyum sembari mengotak-atik rambutku yang baru saja kukeramas, sungguh aku sangat membenci momen seperti ini. Dan akhirnya kutahu bahwa ia adalah mahasiswa Psikologi UI yang mendapatkan jatah beasiswa selama satu semester di Singapura, dan karna masa beasiswanya telah habis maka pulang kampunglah beliau. Sungguh miris ckck

Setelah sampai di sebuah mall ternama di kota ini, kami memilih untuk nonton terlebih dahulu, katanya sebagai langkah pertama untuk menghilangkan stres dan kegalauanku, teori ini dikemukakan oleh Iyan sendiri, dan berhubung karna salah satu hobbyku adalah nonton maka kuiyakanlah tawarannya. Selah memasuki XXI, terlihat antrian yang cukup panjang, wajar saja menurutku karena ini adalah malam minggu jadi tidak heran jika bioskop malam ini dipenuhi oleh para pemuda-pemudi yang sedang berkencan, mereka yang melihat aku dan Iyan mungkin akan mengira bahwa kami juga adalah sepasang kekasih hihihihii :D aku dan Iyan pun ikut mengantri di deretan pasang kekasih itu.

Tiba-tiba seseorang memukul pelan pundakku dari belakang, “Hey Diska” sapanya. Setelah aku menoleh ke belakang barulah aku terkena strock ringan karna orang yang memukul pundakku itu adalah Yulia, teman sekelasku yang sangat hobby menyebarkan gossip, mampuslah aku malam ini -__- “Lo sama siapa? Itu cowo lo ya Dis?” katany lagi, “Ngak, ini abang gue tau”, “haha gak usah bohong deh, gue hafal kok muka kakak lo, gur kan pernah ngefans sama dia haha dia cowo lo kan?”, au berusaha mengelak keras dengan apa yang dituduhkan oleh si Yulia itu tapi ia tetap bersikeras meyakini bahwa pria yang bersamaku saat ini adalah pacarku. “Iya, gue cowonya Diska, trus kenapa?” *jlebbbbb* tiba-tiba kata-kata itu keluar dari bibir Iyan, aku lagi-lagi mengalami strock ringan. Dan karna tiket telah di tangan Iyan, buru-buru ia menarik tanganku meninggalkan antrian dan Yulia yang sedang ternganga mendengarkan perkataan Iyan tadi. Aku yakin ini akan menjadi hotnews hari senin nanti, bagaimana tidak jika Iyan adalah cowo yang dikabarkan dekat denganku setelah kandasnya hubunganku 2 tahun yang lalu.

“Mau bagaimanapun juga, temen lo gak bakal mau diem dan berhenti nuduh lo sebelum lo bilang kalo gueitu pacar lo. Makanya gue bilang begitu, lo gak usah geer kok mbah galau hahaha” kata terkahir yang diucapkan Iyan setelah mengantarkanku pulang sebelum aku turun dari mobilnya, dan aku lega :”)



0 comments:

Post a Comment

 

Menulis selalu lebih menyenangkan daripada kerja tugas! Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang