Wednesday, 26 December 2012

MAAF DAN TERIMA KASIH

Assalamualaikum para agan dan aganwati yang makin hari makin kece aja. pada postingan kali ini merupakan sebuah postingan dari anak ababil yang berusaha menjadikan menulis sebagai hobby barunya. konon katanya. ABG labil yang bernama Anita Febrianti Halman ini terinspirasi dari kakaknya yang paling manis sedunia, sebut saja itu saya, Sri Utami Halman hahahaha *tassimbung
karna sang Ababil juga namanya ingin eksis di dunia per-internetan seperti kakaknya, maka tak ada salaahnya jika cerpen yang telah dibuatnya nebeng di blog admin ini hehe. okw karna saya sudah capek mengetik setelah mengeluarkan cukup tenaga mencari jurnal untuk tugas akhir PIO, maka akan saya persembahkan cerpen dari seorang Ababil tak berdosa ini.


Season 1
Masa-masa SMP sudah selesai. Ada perasaan bahagia, dimana  aku akan memasuki suasana yang baru yaitu suana putih abu-abu (SMA). Tetapi ada juga perasaan yang sedih karena aku akan berpisah dengan sahabat-sahabatku. Aku akan bersekolah di Jakarta, meninggalkan sahabatku dan juga kota dimana aku dibesarkan yaitu kota Bandung. Oia aku lupa memperkenalkan diriku, Namaku Andita Pratiwi biasa dipanggil Dita. Aku hanya mempunyai seorang saudara, dia bernama Dika(Kakak ku). Karena urusan pekerjaan Ayah, Kami sekeluarga pindah ke Jakarta. Aku berharap di Jakarta nanti aku bisa mempunyai sahabat yang seperti di Bandung. Akhirnya Aku resmi menjadi siswa SMA, Aku memilih bersekolah disalah-satu sekolah yang ternama di Jakarta. Hari ini adalah hari pembagian kelas. Aku berjalan tergesa-gesa menuju ruang kelas. Setibanya diruang kelas, aku langsung mengambil kursi yang posisinya nomor 2 dari depan. Aku memerhatikan suasana disekelilingku, ku lihat semua orang sedang sibuk mencari pasangan yang akan dijadikannya teman sebangku. Saat aku sedang memerhatikan suasana disekelilingku, tiba-tiba ada seorang prempuan berdiri dihadapanku. Prempuan itu memintaku untuk menerimanya menjadi teman sebangku. Tanpa berpikir panjang Aku langsung menerimanya untuk duduk sebangku denganku. Dia pun mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan dirinya. Namaku Ila kalau kamu??Aku pun mengulurkan tangan dan memperkenalkan diriku.

Season 2 
Tidak terasa sudah 1 minggu aku bersekolah di sekolah itu. Aku mulai terbiasa dengan suasananya dan juga mulai akrab dengan para siswanya. Bel tanda masuk sudah berbunyi aku pun berlari tergesa-gesa menuju kelas. tiba-tiba BRUUUKKK aku terjatuh ke lantai karena bertabrakan dengan seseorang. Aku langsung berkata “maaf tidak sengaja” dan berlari menuju kelas tanpa memerhatikan orang itu. Untunglah Pak Ismail belum mengajar, aku merasa lega. 15 menit kemudian barulah Pak Ismail datang semua mata tertuju kearahnya(begitu pula denganku). Kami bukan memerhatikan pak Ismai tetapi laki-laki yang berada di belakang Pak Ismail, aku mendengar suara-suara yang berbisik sambil memuji lelakiitu. Pak ismail mempersilahkan laki-laki itu untuk memperkenalkan dirinya. Perkenalkan nama saya Dimasriyadi Anggara, Saya Lulusan Smp Negeri 2 Bandung. Semua orang yang ada di ruangan itu heran,kami semua mengira Dimas itu adalah anak pindahan. Kemudian Pak Ismail menjelaskan bahwa Dimas itu lulus tes di sekolah ini sama seperti kami semua tetapi dia tidak bersekolah selama beberapa hari karena dia sakit. Pak Ismail menyuruh Dimas untuk duduk bersama anto yang pas berada di belakangku. Pelajaranpun dimulai, ku lihat hampir seluruh prempuan di kelasku memerkatikan Dimas, mereka semua memuji dan mengagung-agungkan sosok Dimas, tetapi Aku langsung memfokuskan diri pada Pak Ismail yang sedang menjelaskan di papan tulis.

Season 3 
Jam istirahat berbunyi, Aku dan Ila lebih memilih berada di luar kelas. Kamipun menghampiri Anto yang sudah kami anggap seperti kakak untuk meminta buku yang aku pinjamkan padanya. Saat menghampiri Anto ternyata dia sedang bersama Dimas. Halo kucing-kucingku kemari ujar Anto. Terpaksa mau tidak mau kami ke Anto. Anto langsung mengelus-elus kepala kami yang sudah menjadi kebiasaannya bila bertemu dengan kami. Anto memperkenalkan kami pada Dimas. Dim kenalin mereka berdua kucing-kucingku. yang berambut hitam itu bernama Dita, walaupun dia kucing tapi dia mempunyai otak yang encer. dan yang berambut pirang itu bernama Ila dia kucingku yang paling jago berantem. Halo Dimas kami berdua kucingnya Anto. Hati-hati yah kalau kamu lagi sama Anto jangan sampai tanganmu digigit sama dia, nanti tanganmu bisa infeksi loh maklum dia itukan anjing kami..Dimas tersenyum sambil memperlihatkan giginya yang tersusun rapi. Bukankah kamu orang yang bertabrakan denganku tadi pagi?? Dia mengajukan pertanyaan itu sambil menatap ke arahku. Aku mengingat-ingat kejadian tadi pagi dan memang betul aku yang menabraknya. Aku pun menjadi salah tingkah. Maaf yah aku tadi buru-buru jadi tidak sempat meminta maaf secara sopan padamu. Tidak apa-apa kok, itulah kata-kata yang keluar dari mulutnya. Aku langsung menatap wajahnya dengan perasaan yang lega. Cieeeee yang sama-sama anak Bandung ternyata jodoh..kalimat yang berasal dari mulut Ila dan Anto yang seolah-olah ingin menjodohkan kami berdua. Akupun langsung mengalihkan pembicaraan.

Season 4
Pelajaran olah raga di mulai. Pelajaran olah raga kali ini yaitu basket, Permainan yang paling ku benci. Aku tidak suka yang berbau tentang basket, karena dulu waktu SMP aku mempunyai pengalaman buruk tentang basket. Aku pernah pingsan gara-gara terkena bola basket yang membuatku malu setengah mati, aku pingsan di tengah-tengah lapangan dengan posisi Rok sekolahku yang terangkat naik sehingga boksser bergambar Doraemonku dilihat oleh seisi sekolah. Semenjak saat itu aku dijuliki Doraemon.                  Ternyata pelajaran basket ini akan menjadi nilai tambah pada nilai olah raga semester nanti. Ya Allah apa yang harus aku lakukan?? Semenjak kejadian itu aku tidak pernah lagi memegang bola basket, ujar ku dalam hati. Saat ku ceritakan kejadian yang menimpaku waktu SMP pada Ila, Anto, dan Dimas mereka tertawa terbahak-bahak mendengar kisah ku. Bagaiman ini?? Apa yang harus aku lakukan?? Kemudian anto memberi saran ”bagaiman kalau kamu belajar basket”. hahhhh bagaimana mau belajar, pegang bola basket aja tangan ku sudah gemeteran. Kamu serius, sambung Ila. Iya NON aku duarius malah. Tenang aja aku yakin pelatih yang akan ngajarin kamu nanti pasti bisa membuat kamu gak gemetaran lagi, ujar Anto. Sepertinya calon pelatih basket Dita pasti orangnya sangat hebat, siapa nama pelatihnya?? Siapa tau aku kenal sama orangnya., sambung Dimas. Kamu pasti kenal sama pelatihnya bahkan kamu kenal banget sama dia, nama pelatihnya yaitu Dimasriyadi Anggara, jawab Anto. Aku, Ila, dan Dimas sangat terkejut mendengar perkataan Anto barusan.                                                                    Kalian kenapa sih?? Memangnya kalian tidak tahu yah kalau Dimas itu pemain basket Nomor 1 di Bandung. Dia bahkan mempunyai banyak piala di rumahnya(piala basket), masa kamu Dit nggak tau sih?? Kamukan sekota dengan Dimas, sambung Anto lagi. Akukan tadi sudah bilang ke kalian semua kalau aku enggak suka yang berbau tentang basket termasuk tentang para pemain-pemainnya, jawab Dita. Tapi kali ini aku mohon padamu Dim, maukan kamu ngajarin aku main basket??, sambung Dita beberapa menit kemudian dengan wajah yang memelas. Baiklah akan ku coba., jawab Dimas dengan disertai dengan senyuman kecil di bibirnya.

Season 5 
Jam 15.00 WIB, Dimas akan menjemputku untuk mengajariku bermain basket. Akupun sudah berada di teras rumah. Sambil menunggu Dimas datang, Akupun mengambil hand phone. Ku lihat ada pesan dari Ila, “semanagat yah sayang, semoga kamu bisa bermain basket. Tapi ingat loh saat belajar basket nanti kamu jangan sampai lebih sering lihat pelatihnya dibanding bolanya, hehehe”. Pesan dari Ila membuatku tersenyum lebar. Akhirnya Dimas datang juga, akupun menghampirinya dan kami langsung menuju lapangan basket. Di lapangan basket, pertama-tama Dimas menyuruhku untuk memegang bola basket. Akupun memegang bola basket dengan tangan yang mulai gemetaran. Oia Dit kalau boleh tau barang kesayangan kamu itu apa yah?? Tanya dimas padaku. Boneka Doraemon, ujarku kembali. Kalau begitu Anggap saja bola basket itu boneka doraemonmu, dengan begitu gemetaranmu sedikit hilang. Kemudian dia mengajariku teknik-teknik dasar bermain bola basket. “Ya Allah Ternyata apa yang dikatakan Ila itu benar, aku lebih sering memerhatikan Dimas dibandingkan dengan bolanya. Ya Allah bantulah hamba-Mu ini., ujarku dalam hati.” Jam 17.19 kamipun pulang kerumah. Setelah sampai dirumah akupun langsung mandi dan kemudian aku langsung menjatuhkan badanku keatas tempat tidur. Seluruh badanku terasa pegal. Tanpa ku sadari aku mulai memejamkan mata.

Season 6  

Keesokan harinya. Seluruh anggota badanku masih terasa pegal tapi ku paksakan kakiku untuk berjalan menuju kelas. Sesampainya di kelas ku dengar suara Ila yang memanggil namaku. Aku langsung menghampirinya dengan berjalan seperti Nenek tua. Saat menuju arah Ila tiba-tiba seseorang dari belakang mendorong badanku, Aku hampir terjatuh ke lantai. Tapi untunglah ada seseorang yang memegang tanganku, sehingga aku tidak jadi jatuh. Ternyata orang yang memegang tanganku adalah Dimas, entah mengapa jantungku tiba-tiba berdetak kencang. Semua orang yang ada di dalam kelas langsung memerhatikan Aku dan Dimas. Aku langsung mengucapkan terima kasih padanya dengan tangan yang masih memegang tangannya. Cieeee yang pacaran niii yeee, tiba-tiba kata-kata yang berasal dari mulut Ila membuat semua orang yang ada didalam kelas menjadi kaget(terutama para prempuan yang sangat mengidolakan Dimas menjadi shock). Aku kemudian menatap Ila dengan mata yang sinis. Dia langsung berkata “maaf Dit akukan Cuma bercanda”, sambung ila lagi yang membuat semua orang merasa lega.  Satu minggu kemudian. Akhirnya hari ini tiba juga, hari dimana Aku akan memperlihatkan kepada semua orang bahwa Aku sudah bisa bermain basket berkat bantuan Dimas. Pelajaran olah raga dimulai. Aku mulai bermain basket, ku keluarkan semua teknik yang di ajarkan Dimas padaku, yang membuat semua mata tertuju padaku(karena ke ahlianku bermain basket). Terutama mata Ila dan Anto, mereka tidak mengira bila Aku akan mahir dalam bermain basket. Diantara puluhan mata yang melihatku, Aku hanya mencari sosok Dimas. Akhirnya ku temukan Dia, Dia tersenyum manis padaku yang membuat jantungku berdetak kencang lagi, aku tidak tau perasaan apa yang Aku rasakan. Dita awaassss ku dengar teriakan teman-teman dari belakang badanku, tapi Aku hanya mengabaikan perkataan mereka dan Aku hanya fokus memandangi Dimas. Ku lihat Dimas berlari ke arahku,  Ya Allah jantung berdetak lebih kencang lagi, hatiku langsung berbunga-bunga, tapi tiba-tiba ada sesuatu yang membentur kepalaku dengan keras, akupun pingsan seketika.
 

Season 7 
 Saat ku bangun ternyata aku berada di UKS. Ku lihat sahabatku Ila berada di sampingku. Ku bertanya padanya apa yang sudah terjadi. Dia bilang ”tadi waktu aku bermain basket kepalaku terbenturdengan bola, kemudian aku pingsan di tengah lapangan. Aku langsung memasang wajah menyesal dan berkata dalam hati ” Ya Allah Kenapa kejadian waktu SMPku terulang kembali??” Kamu tenang saja kejadian waktu SMP mu berbeda dengan kejadian sekarang. Apa maksudmu, tanyaku pada Ila. Kamu memang pingsan tapi pingsanmu kali ini tidak akan membuatmu malu tapi sebaliknya, jawab Ila. Aku benar-benar tidak mengerti dengan perkataanmu, tanyaku kembali. Saat kamu mau jatuh, tiba-tiba Dimas menangkapmu dan alhasil kamu pingsan dipangkuan Dimas, dan kemudian Dimas berlari menggendongmu menuju UKS, apakah kamu tahu semua mata melihat ke arah kalian berdua , ahahaha kisahmu seperti sinetron saja, jawab Ila. Ila apa yang harus aku lakukan?? Semua orang pasti akan berfikir yang bukan-bukan tentang Aku dan Dimas, Tamatlah riwayatku kali ini, ujarku pada Ila. Bukankah itu bagus karena kamu akan di kenal banyak orang, jawab Ila. Apa kamu gila??Aku tidak ingin terkenal. Jawabku. Andaikan  aku dapat memilih, aku tidak ingin digendong oleh Dimas, sambungku lagi.  Kamu itu semestinya bersyukur Dit karena kamu bisa di gendong sama Dimas, cowok yang di idolakan satu sekolah. Aku bingung kenapa Dimas bisa baik sama kamu, padahal kalau sama cewek-cewek lain Dia selalu dingin, jangan-jangan Dimas suka lagi sama kamu, kata yang keluar dari mulut Ila membuat jantungku terasa ingin berhenti. Pokoknya Dimas tidak boleh suka sama aku titik., sambungku lagi. Memangnya kenapa kalau dia suka sama kamu, memangnya apa yang salah dengan hal itu??, tambah ila.Aku merasa tidak cocok bila berpacaran dengan Dimas, secara Dimas itukan cowok yang diidolakan satu sekolah. Pasti semua orang akan membenciku, jawabku pada Ila. Sudahlah Dit Kamu jangan berfikir yang bukan-bukan, Aku rasa semua orang akan setuju kok kalau kamupacaran dengan Dimas, secara kamu itukan pintar+cantik lagi, ujar Ila yang mencoba meyakinkanku. Aku hanya menundukkan kepala. 

Season 8
Semenjak kejadian di lapangan basket itu, Aku dan Dimas menjadi akrab.kebetulan rumah Dimas searah dengan rumahku jadi Aku dan Dimas sering pulang dan pergi sekolah bersama menggunakan Motor Ninja Merahya. Sehingga banyak orang yang mengira kami berdua berpacaran bahkan Ayah, Mama, dan Kak Dika juga awalnya mengira kami berpacaran. Hari ini begitu cerah Akupun telah selesai berpakaian dan berada di halaman rumah bersama Mama untuk menunggu Dimas. Ku lihat Mama sedang asyik dengan bunga-bunganya. Ditapa kamu menyukaimu Dimas?? Tiba-tiba Pertanyaan yang keluar dari mulut mama membuatku terkejut. Aaa..ku Enggak suu..ka kok Ma saa..ma Dii..mas(dengan suara yang terbata-bata) , Aku hanya menganggapnya sebagai sahabat. Tapi Mama rasa Dimas menyukaimu, sambung Mama lagi. Itu mungkin Cuma perasaan Mama saja(kemudian aku teringat perkataan Ila waktu di UKS, perkataannya sama seperti Mama), mana mungkin Dimas suka sama cewek yang kutu buku kayak Aku. Nak di dunia ini tidak ada kata tidak mungkin selagi Allah SWT menghendaki apapun bisa terjadi. Kata-kata mama barusan membuatku berpikir. 
Tiba-tiba suara klakson motor Dimas berbunyi, Aku terkejut mendengarnya. Ma aku pergi dulu yah(sambil menciun tangan Mama). Tante kami pergi dulu(kata dimas saat kami ingin berangkat). Hati—hati yah Nak, didepan sana banyak tukang becak jangan sampai kamu menabraknya nanti kasian loh tukang becaknya., jawaban Mama yang membuat aku dan Dimas tersenyum kecil. Diatas motor Aku hanya memikirkan perkataan Mama tentang perasaanku ke Dimas. Aku tidak boleh suka sama dimas, Aku harus menjauhinya aku tidak ingin Dia malu gara-gara Aku.

Season 9
Sesampainya di sekolah Aku dan Dimas berjalan menuju kelas. aku memulai berbicara padanya. Dim mulai sekarang kamu tida usah lagi antar jemput aku ke sekolah. Memangnya kenapa Dit?? Aku Cuma tidak enak saja selalu merepotkanmu!!! Tapi aku tidak pernah merasa direpotkan sama kamu kok!!!Apa kata teman-teman nanti kalau kita sama-sama terus, aku mohon padamumendingan kita jaga jarak saja(aku langsung berlari meninggalkan Dimas). Semenjak kejadian itu aku dan Dimas ibarat orang yang tidak saling mengenal, bahkan saat kami bertemu, kami tidak pernah menyapa ataupun tersenyum. Aku pindah ke kursi yang paling depan begitupun dengan sahabatku Ila. Anto dan Ila bingung dengan sikapku pada Dimas yanh seolah-olah ingin menghindar dari Dimas. Tidak terasa 2 minggu sudah berlalu, sudah 2 minggu aku dan Dimas seperti orang asing. Pelajaran Biologi dimulai. Ibu Tami membagi kami menjadi beberapa kelompok, dalam 1 kelompok anggotanya hanya 2 orang. Aku berharap bisa sekelompok dengan Ila atau mungkin dengan Anto, tapi ternyata aku justru sekolompok dengan Dimas, orang yang ingin ku jauh. Aku menjerit dalam hati, Ya Allah mengapa engkau melakukan hal ini padaku??Ibu Tami memberi tugas pada kami yaitu berkunjung ke rumah sakit untuk mewawancarai pasien yang terkena penyakit demam berdarah. Ibu Tami memberi kami waktu selam 2 minggu untuk mengerjakan tugas tersebut. Semua orang dikelasku iri dengan kelompokku(termasuk Ila dan Anto). karena mereka bilang Aku dan Dimas sama-sama orang pintar, jadiMereka semua menyebut kelompokku sebagai kelompok berlian. Tapi Aku merasa tidak senang karena harus sekelompok dengan Dimas., Ya Allah apa yang harus kulakukan?? Aku tidak ingin sekelompok dengannya, ujarku dalam hati.

Season 10
Keesokan harinya. Saat memasuki gerbang sekolah, tidak sengaja aku melihat Dimas bersama dengan seorang prempuan. Apakah mungkin Dia  prempuan yang kemarin yang dibonceng oleh Dimas, mengapa dia begitu akrab dengan Dimas, apakah dia pacarnya Dimas??, itulah pertanyaan yang ada dibenakku saat ini. Bel berbunyi Aku segera berlari menuju kelas dengan pertanyaan yang masih belum ku ketahui jawabannya. Pelajaran Fisika dimulai, Pak Edi masuk kedalam kelas dengan seorang prempuan berada tepat di belakangnya. Ternyata prempuan itu anak pindahan, Dia bernama Siska. Pak Edi menyuruhnya duduk di belakang bangkuku dan tepat di depan bangku Dimas. Setelah ku perhatikan wajahnya, ternyata yang bersama dengan Dimas di gerbang tadi itu adalah Siska. Ya Allah tolong hilangkan perasaan cemburuku pada Siska, ujarku dalam hati. Sudah 1 minggu berlalu, Siska dan Dimas semakin akrab. Mereka selalu bersama-sama. Rasanya Aku tidak rela menyaksikan kedekatan mereka berdua. Saat di dalam kelas Anto, Dimas, dan Siska sering berkumpul dan mereka sering tertawa bersama. Aku lebih memilih untu tidak bergabung dengan mereka, dan Aku hanya bisa menyaksikannya kebersamaan mereka dari kejauhan. Hari ini, Aku memberanikan diri untuk berbicara pada Dimas. Dim tentang tugas biologi, kita ke rumah sakitnya sebentar yah, sehabis pulang sekolah. Aku tunggu kamu di depan sekolah. Dia hanya menganggukkan kepalanya tanpa melihat wajahku. Syukurlah kamu masih mengingat perkataanku untuk menjaga jarak denganku, ujarku dalam hati.  
 
Season 11 
Bel pulang berbunyi, Akupun menunggu Dimas di depan sekolah untuk berangkat bersamanya ke rumah sakit. Tapi ternyata Dimas malah berboncengan dengan Siska   dan dia hanya bilang padaku “kita ketemuan di rumah sakit saja”. Aku langsung kecewa mendengar kata-kata Dimas narusan, Aku mengira Dia akan berboncengan denganku tapi ternyata Dia malah berboncengan dengan Siska. Saat Aku akan memanggil Ojek tiba-tiba Anto datang menghampiriku dengan menggunakan mobilnya, kemudian dia menawarkan dirinya untuk mengantarku ke Rumah Sakit. Dengan senang hati aku menerima tawarannya.                                                                                                Sesampainya di rumah sakit Anto hanya mengantarku, kemudian dia langsung pergi. Ku cari Dimas, ku lihat Dia bersama dengan Siska. Aku bertanya-tanya dalam hati ”mengapa dia ada disini?? Mengapa Dia selalu bersama Dimas?? Apakah mungkin mereka berdua pacaran??”. Halo Dit, sapa Siska dengan suara yang lembut. Halo juga, jawabku dengan senyuman kecil yang menghiasi bibirku. Oia maaf yah karena aku datang kesini juga, habisnya aku sendirian dirumah jadi aku ikut deh sama Dimas kesini, kamu tidak marahkan??, ujar Siska padaku. Iya tidak apa-apa kok, sambungku lagi. Kemudian kami langsung masuk ke dalam rumah sakit. 

Season 12 

Jam 17.04. Akhirnya selesai jaga mewawancarai pasien, kamipun bergegas pulang ke rumah masing-masing. Dimas dan Siska berboncengan sedangkan Aku hanya menaiki Bus. Diatas Bus, kenek Busmeminta uang karcis padaku.Ku buka tasku, tapi ternyata dompetku tidak ada didalamnya, aku mulai panik. Tiba-tiba kenek  BUSitu menyuruhku turun dari BUS. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 17.37, rumahku masih jauh tapi Aku tidak punya uang dan hand phonekusudah lobet saat aku masih berada di rumah sakit tadi. Terpaksa aku berjalan kaki ke rumah dengan perut yang mulai kelaparan. Saat berjalan menuju rumah tiba-tiba hujan turun, Aku langsung berteduh disebuah halte Bus. Akupun menangis mengingat kejadian yang Aku alami pada hari ini, hari ini adalah hari yang paling sial dalam hidupku,bisikku dalam hati. Ku teringat sifat Dimas padaku sewaktu di rumah sakit tadi, dia tidak berbicara sepatah katapun bahkan saat Aku mengajak berbicara, yang membuat hari sialku menjadi lebih sempurna. Aku menyesal telah membuatnya jauh dariku, aku baru menyadari betapa pentingnya dia buatku. “Ya Allah kembalikan Dimas padaku, aku mohon”, ujarku dalam hati yang diiringi dengan air mataku yang mengalir deras bagaikan sedang menyaingi hujan deras saat ini. Tanpa ku sadari seseorang berada di hadapanku, dia melihatku menangis. Kemudian orang itu menyelimuti badanku dengan jaketnya. Aku sangat terkejut saat melihat orang itu. Ternyata dia adalah DIMAS. Dia mencoba menenangkanku dengan kata-katanya yang membuat jantungku berdebar lebih kencang ”sudah kamu jangan menangis, kan sudah ada aku di sini. Aku janji tidak akan meninggalkanmu dan Aku akan selalu menjagamu.” Melihat air mataku yang belum berhenti mengalir, tiba-tiba Dia bilang ”DitJujur aku sudah terlanjur sangat menyukaimu. Kamu maukan jadi pacarku??”, yang membuat jantungku hampir copot. Kamu jangan bercanda deh Dim, saat ini aku sedang malas untuk bercanda denganmu, ujarku pada Dimas. Sumpah Dit saat ini Aku tidak bercanda, AKU SERIUS!!. Tapi kamukan sudah Siska, dia pacar kamu kan??, ujarku kembali pada Dimas. Mana mungkin Aku pacaran sama Siska, Dia itukan sepupuku+pacarnya Anto, jawab Dimas dengan mencoba meyakinkanku. Aku hanya menundukkan kepala, dengan perasaan yang malu karena salahpaham dengannya. Kemudian Dimas bilang ”Kamu tau enggak Dit, selama ini Aku mengacuhkanmu, serta memamerkan keakrapanku dengan Siska kepadamu itu semua karena perintah  Ila, dan Anto”, sambung Dimas lagi. Aku langsung melihat wajah Dimas dengan ekspresi yang tidak mengerti dengan kata-kata yang diucapkannya barusan. “Mereka yang menyuruhku untuk melakukan hal itu padamu, katanya agar memastikan  apakah kamu menyukaiku atau tidak. Terpaksa Aku mengikuti rencana mereka berdua. Tapi Aku sudah tau kok kalau kamu juga suka sama Aku.” Wajahku langsung memerah saat mendengar perkataan Dimas. Dit sekarang kamu maukan jadi pacarku?? Aku berfikir beberapa menit dan akhirnya Aku mengatakan“Iya aku mau jadi pacarmu” diiringi dengan air mataku yang mengalir deras. Kemudian Dimas memelukku dengan erat, sambil berkata “MAAF Aku tidak bisa memenuhi permohonanmu untuk menjauh darimu karena aku terlanjut menyukaimu, dan TERIMA KASIH telah menerimaku sebagai pacarmu”. 


TAMAT!
 

0 comments:

Post a Comment

 

Menulis selalu lebih menyenangkan daripada kerja tugas! Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang