Wednesday, 2 October 2013

My 1st post of V semester. Assalamualaikum guys :)



Alhamdulillahirabbil alamin...... tidak ada kata yang lebih layak saya ucapkan setelah melewati semester IV ini. Bagaimana tidak? Ini semacam semester yang sukses merampas masa muda Mahasiswa Psikologi UNM (read: Saya sendiri), berubah menjadi semester yang penuh dengan kegelapan, kesengsaraan, kerja keras, putus asa, stres, atau mungkin skizoid? MAYBE!!! Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya merasa begitu berat kuliah di jurusan Psikologi, hanya saja semester ini adalah semester yang paling SEBAGAI dibandingkan dengan semester-semester lalu. Walaupun ada Psikologi Umum dan Statistik Dasar di semester I, ada Psikologi Kepribadian dan Statistik Lanjut di semester II, ada Psikologi Abnormal dan Psikodiagnostik di semester III, tetap semester IV dengan mata kuliah Eksperimennya yang paling bikin nyesssss, “Semester IV itu baru permulaan dek, jangan mko merasa bangga lewati itu semester” begitulah kira-kira yang dipaparkan oleh salah satu senior di fakultas yang tidak usah disebutkan namanya.

Observasi dan Wawancara yang bobotnya 4 SKS sukses buat saya ta’ronang-ronang. Sebenarnya saya paling suka dengan mata kuliah ini, kenapa? Karna saya merasa mata kuliah ini adalah modal utama bagi mahasiswa psikologi untuk menjadi psikolog yang kompeten. Mewawancarai dan mengobservasi sesuatu juga sebenarnya hobi saya, hanya saja tugas yang diberikan menurut saya cukup menguras waktu -___- bagaimana tidak, saya harus turun ke jalanan mengobservasi anak jalanan selama beberapa hari, setelah itu dibikin laporannya dan dilampirkan lagi bukti fisiknya, tapi menariknya karena saya merasa seperti pengintai waktu itu, kayak mata-mata begitue :D lain lagi dengan tugas akhir wawancara, dimana saya diberi tugas untuk mewawancarai orang-orang bermasalah (read: Wawancara klinis) dan hal inilah yang membuat saya kesulitan dan dijauhi orang, kenapa? Karna setiap saya bertanya “Ada masalahta? Bisaki jadi subjek wawancaraku?” mereka semua langsung menghindar, menjauh, dan lenyap, karna menganggap anak psikologi itu tukang terawang orang -__- untung saja di saat terakhir saya berhasil membujuk anak SMA yang bersedia menjadi subjek wawancara saya hehe dan syukur Alhamdulillah di mata kuliah ini saya mendapatkan nilai A J

Psikologi Klinis dengan bobot 3 SKS awalnya bikin saya cukup parno. Bagaimana tidak, tugas pertama yang diberikan dosen adalah membuat mind map, sedangkan saya sebagai anak kinestetik dan sedikit auditori tidak begitu suka dengan tugas yang mengharuskan saya menggunakan kedua tangan saya untuk menggambar panah, simbol dan menuliskan materi dalam sebuah kertas HVS. Tapi setelah berlangsungnya mata kuliah ini, dan terakhir mendapat tugas untuk berkunjung di RSJ dan mewawancarai langsung pasien, mata kuliah ini jadi sangat menarik menurut saya *Hidup Psikologi Klinis!!!* Karna saya sangat tertarik dalam bidang klinis, dosen saya lalu memberikan nilai A kepada saya hehe Alhamdulillah...

Psikologi Faal yang berbobot 3 SKS dan diampu oleh dosen dari luar psikologi dan salah satunya adalah seorang dokter membuat mata kuliah sedikit menegangkan di awal pertemuan. Bukan hanya menegangkan, psikologi faal yang memang membahas fisik manusia secara psikologis membuat mahasiswa (read: saya sendiri) menjadi kesulitan untuk mempelajari kembali pelajaran biologi yang sempat dipelajari di SMA dulu, maklum saja saya tidak pernah tertarik dengan pelajaran biologi sewaktu SMA dulu (paadahal anak IPA -_-) membahas otak, kelenjar, sistem organ, dll. berhasil membuat stress teman-teman yang dari jurusan IPS, Bahasa, dan SMK hahahaha :D tapi saya sangat bersyukur mendapatkan nilai A di mata kuliah ini, bukan karena saya pintar, jelas bukan itu; tapi nilai MID yang diberikan oleh dr. Irma dikabarkan hilang sehingga membuat kami mendapatkan nilai bagus sebagai gantinya xoxoxo :D

Berberda dengan ketika mata kuliah di atas, saya justru mendapatkan nilai jelek di mata kuliah Psikometri yang berbobotkan 3 SKS juga. Sebenarnya saya masih belum habis pikir dengan penyebab nilai C yang saya dapatkan. Jika diingat-ingat, di MID saya mendapatkan nilai A, di kuis pun saya mendapatkan nilai A, dan di final saya rasa not bad ji juga gang! Yah tapi itulah kehidupan, kadang apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan hasil yang diterima :”)

Psikologi Kewirausahaan dengan bobot 2 SKS berhasil membuat saya jadi pabalu’balu’ seutuhnya. Psikologi kewirausahaan adalah salah satunya mata kuliah yang jatuhkan harga diriku, kenapa saya bilasng begitu? Karna saya dan teman-teman kelompokku harus tebal muka untuk jualan ke orang-orang Pizza Kilat yang jadi wujud wirausaha mata kuliah ini. Sebenarnya mata kuliah ini cukup seru, serunya itu kalau semua jualan sudah laku dan kami mendapatkan uang hasil jualan HAHAHA untuk waktu dan kerja keras saya di mata kuliah ini, saya dihadiahi nilai B *sebenarnya berharap sekali dapat A* :”)

Psikologi Komunikasi dengan bobot 2 SKS adalah mata kuliah pilihan yang sengaja saya program dan melepaskan mata kuliah kualitatif demi mencukupkan belanja 22 SKS. Salah satu alasan saya memilih mata kuliah ini karena dosen pengampunya yang memang dosen-dosen favorit saya, seperti Prof. Jurfi yang sekaligus PA saya, dan Pak Dayat yang terkenal dengan dosen pria paling gaul senatero psikologi UNM. Suka dosennya pasti suka mata kuliahnya, kalimat itulah yang membuat saya berhasil mendapatkan nilai A *padahal dapat A semua ji memang* tambahan lagi, kedua dosen pengampu ini terkenal dengan kerendahan hatinya memberikan mahasiswa nilai tinggi xoxoxo :D
Tes Kepribadian Non Proyektif yang berbobot 2 SKS juga merupakan mata kuliah pilihan yang sengaja saya program dan melepaskan mata kuliah kualitatif seperti psikologi komunikasi. Untuk mata kuliah ini, saya memang memiliki ketertarikan yang lebih besar karna disini kami diajarkan untuk menggunakan alat-alat tes inventori, cara menskoring, namun bukan cara-cara untuk mendapatkan penilaian kepribadian yang baik. Dengan adanya mata kuliah ini, saya merasa menjadi mahasiswa psikologi seutuhnya, hanya saja yang disayangkan karna tidak ada praktikum secara nyata tes kepribadian non proyektif ini atau biasa disebut inventori. Nilai B yang diberikan dosen dalam mata kuliah ini membuat saya bersyukur karena kemampuan saya yang masih kurang dengan alat tes inventori :D hehe

Dan yang terakhir adalah mata kuliah SEBAGAI di semester IV, mata kuliah yang jika disebutkan namanya membuat mahasiswa psikologi UNM jadi paranoid *hiperbola* itulah mata kuliah andalan kita à EKSPERIMEN. Siapa coba yang tidak mengenal mata kuliah eksperimen ini? Mata kuliah yang selalu menjadi tranding topic seantero fakultas. Psikologi Eksperimen merupakan mata kuliah inti di psikologi. Bagi yang berada di jurusan exacta, mungkin sama dengan praktikum yang sering dilakukan mahasiswa pecinta lab, hanya saja eksperimen ini adalah praktikum satu-satunya di psikologi (di luar proyektif). Eksperimen adalah satu-satunya mata kuliah yang berhasil membuat seluruh warga psychofren (Psikologi 2011) tidak menginjakkan kaki di bioskop dan tempat-tempat keramaian lainnya. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa psikologi betul-betul akan diasah kemampuannya dalam segala aspek. Mulai dari aspek sosial yang membuat saya harus ke kampus lain mencari testee yang diminta oleh asisten, belajar membuka diri, belajar bersosialisasi dengan orang lain, belajar membujuk atau mungkin memaksa, dll. Aspek kognisi yang membuat saya harus teliti membuat laporan yang sesuai dengan tata penulisan skripsi *katanya kalau lulus eksperimen sudah berhak mi menyandang gelar S.Psi.* Aspek emosi yang membuat saya harus pintar-pintar mengontrol emosi jika berhadapan dengan testee yang kajili-jili, dengan pernyataan “Gagal dalamko dek” dari asisten, atau mungkin penuhnya laporan revisi dengan coretan-coretan yang menandakan laporan harus diperbaiki lebih ekstra :”) Mata kuliah eksperimen betul-betul mata kuliah yang merampas masa mudaku, yang merampas kebahagiaanku, yang merampas waktu bersenang-senangku, yang merampas waktu tidur dan nonton filmku, yang merampas waktu makanku (read: makan jadi sekali sehari), yang bikin kambuh penyakit maagku, yang bikin mataku seperti mata panda, yang mengharuskan saya minum vitamin dan nescafe mocca setiap hari, yang bikin saya lupa kawan dan keluargaku, yang bikin saya memecahkan rekor tidak pulang kampung selama sebulan, yang bikin saya jadi ketergantungan sama textbook dan handbook, yang bikin saya tidak mempedulikan mata kuliah yang lain, yang bikin saya lupa dengan odo’odo’ (read: Ucul). Tapi semua pengorbanan dan kerja kerasku di eksperimen ternyata berbading lurus dengan hasil yang saya dapatkan, nilai B yang terpampang indah di simpadu adalah hadiah terindah Ramadhan tahun ini J Terima kasih banyak ya Allah........
1.       Terima kasih banyak untuk kedua orangtuaku yang tercinta yang sudah mengerti untuk kesibukanku semenjak eksperimen, yang selalu kirimkanka uang, yang selalu jadi teman curhatku, yang selalu semangatika lewati eksperimen terima kasih untuk kalian I love you J
2.       Terima kasih untuk kakak Asistenku yang paling baik dan paling mengerti, yang selalu sabar ajarika bikin laporan, kakak Muthmainnah Nur Insani yang cantik terima kasih banyak J
3.       Terima kasih untuk Kakak Supervisorku kak Anno Musrah yang sudah kasi jelaska cara bikin kesimpulan sama penerapan di laporan, terima kasih banyak kak J
4.       Untuk teman-teman kelompokku Ipha, Lela, Yuyun, dan Kak Tony terima kasih untuk kerjasama timnya selama ini J
5.       Untuk teman-teman yang tidak bisa kusebut satu-satu, yang selalu kutemani baku’ tukar-tukar referensi, yang kutemani baku’ revisi-revisi laporan, yang selalu kasika copyan ebook textbook, jurnal sama handbook terima kasih banyak kalian luar biasa J
6.       Untuk teman sekelasku Kak Adin yang selalu luruskan pikiranku semenjak eksperimen, yang selalu ada disaat butuh bangetka, yang sudah mau luangkan waktu dan tenaganya temanika cari cas laptop, pokoknya teman kelas yang baik J
7.       Untuk sahabatku Arini yang selalu bantuka bikin laporan, yang tatahki kembali bahasa laporanku, terima kasih banyak teteh J
8.       Untuk my diamonds Imaku dan Amelku yang paling mengerti keadaan sengsaraku semenjak eksperimen, yang selalu temanika kerja tugas, selalu temanika tidur, selalu temanika makan, selalu temanika minum mocca float, selalu ada kasi ketawaka terima kasih ayangs J
9.       Untuk sahabatku dari kecil Sundari yang selalu kasika semangat untuk praktikum yang selalu jadi tempat curhatku pas rapuhka di eksperimen terima kasih banyak bibehnye J
10.   Dan terakhir untuk testee-testeeku dari MIPA UNM, FIS UNM, Olahraga UNM, Hukum UMI, Informatika UMI, Arsitek UIN, yang sudah luangkan waktunya jauh-jauh ke Psikologi untuk ikuti praktikumku, terima kasih banyak kalian sangat membantu J

0 comments:

Post a Comment

 

Menulis selalu lebih menyenangkan daripada kerja tugas! Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang