Saturday, 23 November 2013

Bukan, atau anggap saja belum!

Assalamualaikum
apa kabar agan dan aganwati? sehat? Alhamdulillah...
Kali ini saya akan memosting sebuah tulisan yang menurut saya "sangat keren" dari salah kakak di Fakultas Psikologi UNM, Anhar Dana Putra atau di kampus dikenal dengan nama Kak Dajju. Beliau salah satu penulis favorit saya, saya kerap kali menstalking catatan fb, twitter, atau wordpressnya untuk sekedar bahan bacaan atau mungkin untuk mencari inspirasi hehe. tulisan kali ini saya ambil di sebuah catatan fb milik beliau di https://www.facebook.com/notes/anhar-dana-dajju-putra/bukan-atau-anggap-saja-belum/10150363095901799 tentunya dengan seizin beliau saya mempostingnya disini. untuk agan dan aganwati, silakan dinikmati sebuah karya yang terlahir dari Kak Dajju :)


Kenapa begitu sulit menerjemahkan apa yang bergetar di dalam sini?
Kenapa begitu rumit menafsirkan apa yang berdebar di dalam sini?

Masa bodoh, namai saja itu cinta, sebut saja itu cinta!

Tapi aku tau itu bukan, atau anggap saja belum.

Lalu kenapa dia harus selalu ada dalam setiap jeda?
Lalu kenapa dia mesti selalu nampak pada setiap tapak?
Itu cinta bukan?

Bukan, atau anggap saja belum.

Kemudian berlari pergi menjadi pilihan yang paling masuk akal
Sekedar menguji apa masih ada getar, apa masih ada debar,
Saat  dia tak lagi mewujud pada mata yang kasat
Saat dia tak lagi merupa pada tatap yang bulat

Ternyata lagi-lagi aku kalah
Masih ada mozaik-mozaik wajah serupa bayang  mewujud pada pejaman
Masih ada Potongan-potongan wajah serupa bayang menyata pada lamunan

Masihkah kau mengelak?

Baiklah, aku menyerah
Aku sebut saja itu cinta

Tapi jika memang benar itu cinta
kenapa aku masih merasa  sakit ketika kudengar dia sudah lebih dulu berkasih?  
Kenapa aku masih merasa perih ketika kutau aku tak pantas menjadi kekasih?
serendah itukah?
Sedangkal itukah?

Aaaahh!!
Bisakah tak usah ada tanya???

Atau mungkin lebih baik kubiarkan tak bernama
Dan kembali tidur dan bermimpi
Tentang datangnya hari yang disebut masa depan
Menyuguhkanku senampan,
bukan hanya nama, namun juga sebuah ikatan
tentang janji sehidup semati

Tapi maaf,
Jika boleh sekali lagi aku bertanya,
Apa bisa di sebut cinta jika aku berharap masa depan itu dia?

0 comments:

Post a Comment

 

Menulis selalu lebih menyenangkan daripada kerja tugas! Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang