Thursday, 9 October 2014

Studi Kasus Teori Skinner dalam Film The Miracle Worker (1962)

Studi Kasus Teori Skinner dalam Film The Miracle Worker (1962)

Sinopsis
Helen Keller adalah seorang anak perempuan berusia sepuluh tahun yang menderita tuna netra, tuna rungu dan tuna wicara. Helen Keller merupakan anak dari pasangan Arthur Keller dan Catie Keller, ia juga mempunyai kakak tiri bernama James dan seorang adik bayi. Keterbatasan yang dimiliki Helen tersebut membuat ayahnya hendak memasukkannya ke rumah sakit jiwa. Namun ibu dan bibi Helen tidak menyetujui hal tersebut. Ibu Helen Keller selalu memberikan permen kepada Helen ketika ia sedang mengamuk, dan hal tersebut menjadi kebiasan Helen Keller. Suatu hari, bibi Helen menyarankan agar ayah Helen mengirimkan surat kepada Dr. Chisolm di Baltimore guna meminta dikirimkan seorang pengasuh sekaligus pengajar untuk Helen. Surat itupun akhirnya sampai pada Dr. Chisolm dan beliau langsung menugaskan Nyonya Annie Sullivan untuk menjadi pengasuh sekaligus pengajar Helen.
Nyonya Sullivan mempunyai latar belakang yang hampir serupa dengan apa yang dialami Helen. Sesampainya di kediaman keluarga Keller, Nyonya Sullivan langsung mengadakan pendekatan dengan Helen. Ia sempat dikunci oleh Helen di dalam kamarnya karena Helen merasa terganggu akan kehadirannya. Namun, kejadian tersebut tidak menyurutkan niat Nyonya Sullivan untuk mengasuh serta mengajar Helen. Suatu saat ketika keluarga Keller sedang makan bersama, seperti biasanya, Helen mengambil makanan dari piring-piring anggota keluarganya dengan tangannya kemudian memakannya. Nyonya Sullivan tidak mau jika Helen melakukan hal ini secara terus-menerus. Akhirnya ia meminta agar seluruh anggota keluarga Keller meninggalkannya bersama Helen di ruang makan.
Nyonya Sullivan melatih Helen di dalam ruang makan selama beberapa waktu. Proses pelatihan ini tidak mudah karena Nyonya Sullivan memerlukan usaha yang keras dalam melatih Helen, bahkan proses pelatihan ini menyebabkan keadaan di ruang makan menjadi berantakan. Namun, akhirnya usaha ini sukses dan Helen pun mampu makan menggunakan piring sendiri bahkan mampu menggunakan sendok serta garpu. Kemajuan ini ternyata tidak memberikan respon positif dari keluarga Keller. Keluarga Keller merasa tidak senang dengan cara Nyonya Sullivan melatih Helen. Keluarga Helen merasa anaknya kelihatan tertekan. Hal ini membuat mereka berniat untuk memecat Nyonya Sullivan. Akan tetapi Nyonya Sullivan bersikeras untuk menggasuh dan mengajar Helen serta memberikan pemahaman kepada keluarga Keller bahwa Helen sangat membutuhkannya. Selain itu Nyonya Sullivan juga menjelaskan bahwa meskipun Helen mempunyai keterbatasan indera, di lain sisi ia mempunyai kecerdasan yang tinggi.
Setelah berdiskusi bersama, akhirrnya keluarga Keller menyetujui niat Nyonya Sullivan untuk mengasuh serta mengajar Helen dengan caranya sendiri. Sekarang Nyonya Sullivan meminta agar ia dan Helen ditempatkan di rumah yang terpisah dari keluarga Helen. Sebuah gudang yang letaknya masih berdekatan dengan lokasi rumah Helen akhirnya dijadikan tempat tinggal sementara untuk Nyonya Sullivan dan Helen. Sebelum Helen diajak masuk ke dalam rumah yang akan dijadikan sebagai tempat tinggalnya bersama Nyonya Sullivan, ia diajak berkeliling menggunakan kereta selama berjam-jam agar Helen merasa kalau tempat tersebut berada jauh dari rumahnya. Keluarga Keller memberikan jangka waktu yang terbatas kepada Nyonya Sullivan dalam mengasuh dan mengajar Helen.
Pada awalnya Helen sempat merasa takut dan terganggu. Namun akhirnya Nyonya Sullivan berhasil mendekati dan bahkan kini ia menjadi akrab dengan Helen. Ia mengajarkan Helen tentang kata-kata benda yang ada di sekitarnya dengan menggunakan sandi tangan. Dengan cepat Helen mampu menggunakan sandi tangan yang diajarkan oleh Nyonya Sullivan, akan tetapi Helen belum bisa menanamkan konsep tentang makna dari kata tersebut sampai pada hari terakhir untuk waktu yang diberikan oleh keluarga Keller. Kemudian Nyonya Sullivan meminta tambahan waktu kepada keluarga Keller dalam mengasuh serta mengajari Helen. Keluarga Keller enggan memberikan tambahan waktu tersebut.
Karena berakhirnya waktu yang diberikan kepada Nyonya Sullivan, Helen pun kembali dibawa pulang ke rumah oleh keluarga Keller. Hingga tiba waktu makan bersama keluarga Keller, Helen kembali makan dengan cara yang biasa ia gunakan sebelumnya yaitu memakan makanan dari piring-piring anggota keluarga yang makan. Hal ini membuat Nyonya Sullivan kembali bersikeras untuk meminta waktu tambahan dalam mengajar Helen agar apa yang telah diajarkannya kepada Helen tidak hilang begitu saja. Di lain pihak keluarga Keller tetap tidak mau memberikan waktu tambahan untuk Nyonya Sullivan. Akhirnya Nyonya Sullivan membawa Helen keluar rumah dan menuju sumur pompa yang terletak di depan rumah keluarga Keller.
Meskipun awalnya keluarga Keller tidak merelakan, namun akhirnya keluarga tersebut merelakannya. Selang beberapa waktu, dengan sumur pompa dan air tersebut akhirnya Helen mampu memahami apa yang selama ini diajarkan oleh Nyonya Sullivan kepadanya. Kata pertama yang dipahami Helen adalah “water”, dan diikuti dengan kata-kata yang lainnya karena Helen meminta Nyonya Sullivan untuk mengajarkannya kembali tentang apa yang belum ia pahami. Kemudian Helen pun tumbuh menjadi dewasa serta mampu menjadi seorang penngacara terkenal meskipun ia mempunyai banyak kerterbatasan, dan Nyonya Sullivan tetap menjadi seorang guru yang menemaninya.

Analisa
Nyonya Sullivan dalam film di atas menggunakan pendekatan behaviorsme mengenai teori belajar Operant Conditioning dari Skinner dalam melakukan pengasuhan terhadap Helen Keller seperti reward, punishment dan reinforcement. Reward merupakan suatu peristiwa pemberian individu untuk meningkatkan atau mempertahankan perilaku yang dimiliki oleh suatu individu. Punishment dapat didefinisikan sebagai sebuah perilaku yang terjadi dengan diikuti konsekuensi atas perilaku yang hasilnya perilaku tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari (perilaku melemah). Punisher adalah (stimulus afersif) konsekuensi yang membuat sebuah perilaku tidak terjadi lagi di kemudian hari. Sedangkan reinforcement adalah suatu proses penguatan perilaku melalui pemberian konsekuensi segera setelah perilaku dimunculkan. Besar kemungkinan bagi perilaku yang dikuatkan tersebut untuk muncul kembali dikemudian hari.
1.      Ibu Helen selalu memberikan Helen permen ketika Helen sedang marah, hal ini dilakukannya untuk meredakan amarah Helen. Namun, hal tersebut merupakan pemberian reward yang salah.
2.      Nyonya Sullivan memberikan punishment dengan cara menampar Helen ketika Helen menampar dirinya saat sarapan pertama mereka, hal tersebut dilakukan agar perilaku menyakiti yang dilakukan Helen dapat berhenti.
3.      Nyonya Sullivan yang memberikan pujian kepada Helen ketika berhasil mengingat sebuah kata baru. Pemberian pujian merupakan bentuk dari reward yang dilakukan oleh Nyonya Sullivan.
4.      Nyonya Sullivan mengajari Helen cara makan sendiri menggunakan sendok dan garpu secara terus-menerus ketika sarapan pertama mereka yang akhirnya berhasil membuat Helen makan sendiri saat itu. Hal ini merupakan bentuk dari reinforcement positive.
5.      Ketika Nyonya Sullivan dan Helen hidup berdua, Nyonya Sullivan mengajari Helen kata-kata isyarat setiap harinya, Helen juga diajak berkeliling agar Helen dapat memahami dengan mudah maksud dari kata isyarat yang diajarkan kepadanya. Helen diajari cara makan yang baik menggunakan sendok dan garpu sehingga dia mampu makan sendiri yang disaksikan oleh ibunya ketika beliau datang berkunjung. Helen Keller juga menjadi paham dengan kata isyarat untuk sesuatu yang disukainya, seperti cake dan susu. Hal ini juga merupakan bentuk dari reinforcement positive.
Metode belajar operant conditioning yang dilakukan oleh Nyonya Sullivan kepada Helen Keller dalam film The Miracle Worker berhasil karena pada akhirnya Helen mampu mengubah perilaku-perilaku negatif yang dimilikinya dan mampu berbicara serta menguasai kata isyarat. Dalam film juga dikisahkan bahwa Helen Keller akhirnya menjadi pengacara terkenal ketika dia dewasa yang merupakan hasil binaan dari Nyonya Sullivan dan keluarga Kellen.




Referensi:
Kababitak. (2012). “Sinopsis Film The Miracle Worker (1962)”. Online. http://kababitak.blogspot.com/2012/04/sinopsis-film-miracle-worker-1962.html. Diakses: 1 April 2014.

Mitenberger, R. (2004). Behavior Modification. Belmont: Thomson Higher Education.


2 comments:

 

Menulis selalu lebih menyenangkan daripada kerja tugas! Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang